Unsur Hara Makro: Fungsi, Jenis, dan Dosis untuk Tanaman Padi

Unsur Hara Makro: Fungsi, Jenis, dan Dosis untuk Tanaman Padi

Kalau tanaman punya “kebutuhan dasar” seperti manusia, maka unsur hara makro adalah makanan pokoknya. Dibutuhkan dalam jumlah besar setiap musim tanam, unsur makro adalah kelompok nutrisi yang paling sering menjadi faktor pembatas produktivitas – dan yang paling banyak dihabiskan oleh pertanaman intensif.

Apa Itu Unsur Hara Makro?

Unsur hara makro adalah kelompok unsur yang dibutuhkan tanaman dalam konsentrasi lebih dari 0,1% dari berat kering jaringan tanaman. Ada 6 unsur dalam kelompok ini: Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Sulfur (S).

N, P, dan K disebut unsur hara makro primer karena paling besar kebutuhannya dan paling sering menjadi faktor pembatas. Ca, Mg, dan S disebut unsur hara makro sekunder – dibutuhkan dalam jumlah lebih kecil tapi tidak kalah esensialnya.

Unsur hara makro N P K Ca Mg S dan fungsinya

Nitrogen (N): Motor Pertumbuhan Vegetatif

Nitrogen adalah komponen utama protein, klorofil, asam amino, dan asam nukleat. Tanpa nitrogen, tidak ada klorofil – tidak ada fotosintesis – tidak ada pertumbuhan. Kandungan N di jaringan tanaman sehat: 1,5-4% berat kering – yang paling tinggi di antara semua unsur hara.

Fungsi utama: Mendorong pertumbuhan vegetatif (daun, batang, anakan), sintesis protein, pembentukan klorofil, aktivasi enzim.

Gejala kekurangan: Daun tua menguning dari ujung ke bawah (klorosis dari daun tua karena N bersifat mobil – tanaman “kanibalisme” N dari daun tua ke yang muda). Tanaman kerdil, anakan sedikit.

Sumber pupuk: Urea (46% N), ZA (21% N), pupuk kandang, kompos.

Dosis untuk padi sawah: Rata-rata 90-120 kg urea/ha per musim, dibagi 3 kali pemberian (basal, anakan aktif, primordia). Tapi dosis optimal sangat tergantung hasil analisis tanah.

Fosfor (P): Penggerak Energi dan Perakaran

Fosfor adalah komponen ATP (adenosin trifosfat) – molekul “mata uang energi” sel yang menggerakkan semua reaksi metabolisme. Tanpa P, tanaman tidak punya energi untuk tumbuh meski semua bahan bakunya tersedia.

Fungsi utama: Transfer energi sel, pembentukan dan perkembangan akar, perkembangan biji dan buah, percepatan kematangan, aktivasi enzim kunci.

Gejala kekurangan: Daun berwarna ungu kemerahan terutama di bagian bawah. Sistem perakaran lemah dan pendek. Pematangan lambat. Warna ungu dari akumulasi antosianin saat metabolisme energi terganggu.

Sumber pupuk: SP-36 (36% P2O5), TSP (45% P2O5), pupuk NPK, kompos (sumber P lambat lepas).

Dosis untuk padi sawah: 75-100 kg SP-36/ha sebagai pupuk dasar. P tidak terlalu mobile di tanah sehingga aplikasi sekali saat tanam lebih efisien dari pemberian bertahap.

Gejala kekurangan fosfor pada tanaman padi sawah

Kalium (K): Penjaga Ketahanan Tanaman

Kalium adalah unsur hara yang fungsinya paling beragam – lebih dari 60 enzim diaktivasi oleh K. Tapi peran K yang paling dikenal adalah sebagai regulator pembukaan/penutupan stomata, yang mengontrol transpirasi dan efisiensi penggunaan air.

Fungsi utama: Regulasi stomata dan efisiensi air, aktivasi enzim, pembentukan pati dan gula, transportasi asimilat, ketahanan terhadap penyakit dan kekeringan, kekuatan batang (mencegah rebah).

Gejala kekurangan: Tepi dan ujung daun tua mencokelat dan mengering seperti terbakar (leaf scorch). Tanaman mudah rebah karena batang lemah. Rentan terhadap kekeringan dan serangan penyakit.

Sumber pupuk: KCl (60% K2O), K2SO4 (50% K2O, lebih baik untuk tanaman sensitif klorida seperti tembakau), pupuk NPK.

Dosis untuk padi sawah: 50-75 kg KCl/ha, diberikan 1-2 kali (basal dan fase anakan aktif).

Kalsium (Ca): Pembentuk Dinding Sel

Kalsium adalah komponen struktural dinding sel yang memberikan kekuatan dan stabilitas. Ca juga berperan penting dalam regulasi berbagai proses metabolisme dan sebagai second messenger dalam respons tanaman terhadap stres.

Fungsi utama: Komponen dinding sel, stabilitas membran, aktivasi enzim, regulasi respons stres, pembentukan dan kekuatan buah.

Gejala kekurangan: Ujung dan tepi daun muda mengering dan mati (tip burn). Buah pecah atau rusak di ujungnya (blossom-end rot pada tomat dan cabai). Jaringan muda paling terpengaruh karena Ca tidak mobil dalam tanaman.

Sumber: Kapur pertanian (CaCO3, dolomit), gipsum pertanian (CaSO4). Pengapuran tanah masam sekaligus menambah Ca dan meningkatkan pH.

Magnesium (Mg): Inti Klorofil

Magnesium adalah satu-satunya unsur logam yang menjadi komponen inti molekul klorofil. Setiap molekul klorofil mengandung satu atom Mg di tengahnya – tanpa Mg, tidak ada klorofil, tidak ada fotosintesis.

Fungsi utama: Komponen klorofil, aktivasi enzim (terutama yang terlibat dalam sintesis ATP), transportasi dan loading P dalam tanaman.

Gejala kekurangan: Klorosis interveinal di daun tua – tulang daun tetap hijau tapi jaringan di antara tulang daun menguning. Mg bersifat mobil sehingga kekurangan dimulai dari daun tua.

Sumber: Dolomit (CaMg(CO3)2), kieserit (MgSO4), pupuk NPK yang mengandung Mg.

Sulfur (S): Pembentuk Protein dan Aroma

Sulfur adalah komponen asam amino sistein dan metionin yang penting untuk struktur protein. S juga berperan dalam pembentukan klorofil dan metabolisme nitrogen. Di tanaman seperti bawang merah dan bawang putih, S adalah sumber senyawa aroma yang khas.

Fungsi utama: Komponen asam amino, pembentukan protein, metabolisme N, pembentukan klorofil, pembentukan senyawa aroma (bawang, kubis).

Gejala kekurangan: Daun muda menguning merata (berbeda dari N yang mulai dari daun tua). S tidak mobil sehingga daun muda terpengaruh lebih dulu.

Sumber: ZA mengandung 24% S – pupuk yang sangat baik untuk tanaman yang membutuhkan S tinggi seperti bawang dan kubis-kubisan. Gipsum dan kieserit juga sumber S yang baik.

Rekomendasi Pemupukan AI untuk Lahanmu

AgriAgent pemupukan

AgriAgent merekomendasikan jenis, dosis, dan waktu pemupukan berdasarkan kondisi aktual lahanmu – bukan dosis generik.

Download AgriAgent Gratis

Panduan lengkap: Unsur Hara: Pengertian, Fungsi, dan Panduan Lengkap untuk Petani.

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email