Kekurangan Kalium pada Tanaman Padi: Gejala, Dampak, dan Penanganan

Kekurangan Kalium pada Tanaman Padi: Gejala, Dampak, dan Penanganan

Kalium adalah unsur hara yang paling sering disepelekan petani – “padi sudah dikasih urea dan SP, sudah cukup” adalah anggapan yang sangat umum. Padahal K punya peran yang sama pentingnya dengan N dan P, bahkan dalam beberapa aspek lebih kritis: tanpa K yang cukup, tanaman tidak bisa mempertahankan diri dari kekeringan, penyakit, dan kerebahan – tiga masalah yang paling langsung mempengaruhi hasil panen.

Gejala Kekurangan Kalium pada Padi

Gejala kekurangan kalium pada tanaman padi leaf scorch

Gejala paling khas kekurangan K disebut leaf scorch – tepi dan ujung daun tua mengering dan mencokelat seperti terbakar. Petani sering menyebutnya “daun hangus” atau “ujung daun kering”. Gejala dimulai dari daun paling tua dan bergerak ke atas.

Di padi sawah secara spesifik: tepi daun tua berwarna kuning kecokelatan dimulai dari ujung ke pangkal mengikuti tepi daun. Batang lemah dan mudah rebah terutama di fase pengisian biji saat malai sudah berat. Bulir padi sering tidak terisi penuh – berat padi 1000 butir turun. Tanaman lebih rentan terhadap serangan hawar daun bakteri dan blast.

Dampak Kekurangan K yang Tidak Terlihat Langsung

Yang berbahaya dari defisiensi K adalah sebagian besar dampaknya tidak terlihat secara visual sampai terlambat. K mengontrol pembukaan dan penutupan stomata – saat K kurang, stomata tidak bisa menutup dengan efisien, tanaman kehilangan air berlebihan dan lebih rentan kekeringan meski lahan diairi dengan baik.

K juga penting untuk transport asimilat dari daun ke biji. Kekurangan K di fase pengisian biji langsung menurunkan berat dan kualitas gabah – petani sering menyadarinya hanya saat panen dan melihat gabah banyak yang hampa atau ringan.

Dampak kekurangan kalium pada kualitas padi dan hasil panen

Cara Mengatasi Kekurangan Kalium

Pupuk KCl atau K2SO4: KCl (60% K2O) adalah sumber K paling umum dan terjangkau. K2SO4 lebih baik untuk tanaman sensitif klorida dan sekaligus menyuplai sulfur. Dosis umum untuk padi: 50-75 kg KCl/ha, diberikan 1-2 kali (sebagian saat tanam, sebagian saat anakan aktif).

Bahan organik: Abu sekam, jerami yang dibenamkan, dan kompos adalah sumber K yang baik – sekaligus tidak menciptakan risiko antagonisme seperti yang bisa terjadi dengan KCl dosis tinggi. Abu sekam padi mengandung K2O sekitar 17% dan sangat mudah tersedia.

Jangan benamkan jerami ke luar lahan: Jerami padi mengandung 80% dari total K yang diserap tanaman – membakar atau membuang jerami berarti membuang K yang sudah mahal kamu beli dalam pupuk. Benamkan jerami ke dalam tanah adalah cara paling efisien mendaur ulang K.

Rekomendasi Pemupukan AI untuk Lahanmu

AgriAgent

AgriAgent merekomendasikan dosis dan waktu pemupukan yang tepat berdasarkan kondisi aktual lahanmu.

Download AgriAgent Gratis

Panduan lengkap: Unsur Hara: Pengertian, Fungsi, dan Panduan Lengkap untuk Petani.

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email