Tungro Padi: Gejala Khas, Cara Penularan, dan Strategi Pencegahan yang Terbukti
Tungro adalah penyakit padi yang sudah dikenal petani Indonesia selama puluhan tahun, tapi masih terus menyebabkan kerugian besar setiap musim. Bukan karena tidak ada cara mengatasinya, tapi karena strategi pengendalian yang tepat berbeda dari apa yang banyak petani bayangkan.
Membasmi tungro bukan dengan menyemprot tanaman yang sudah kuning – itu sudah terlambat. Tungro dikendalikan dengan mencegah wereng hijau menularkannya ke tanaman sehat.
Apa Itu Tungro dan Kenapa Tidak Bisa Diobati
Tungro disebabkan infeksi ganda dua virus berbeda: Rice Tungro Bacilliform Virus (RTBV) dan Rice Tungro Spherical Virus (RTSV). Keduanya harus hadir bersamaan untuk menyebabkan gejala tungro yang khas. Tidak ada fungisida, insektisida, atau obat apapun yang bisa menyembuhkan tanaman yang sudah terinfeksi kedua virus ini.
Penyebarannya tergantung wereng hijau (Nephotettix virescens). Wereng hijau makan di tanaman terinfeksi, membawa virus, lalu menyuntikkan ke tanaman sehat. Satu wereng yang sudah “kemasukan” virus bisa terus menularkan sampai mati.
Gejala Tungro yang Khas vs Kondisi Lain
| Gejala Tungro | Mirip dengan | Cara Membedakan |
|---|---|---|
| Daun menguning atau oranye-kemerahan dari bawah | Kekurangan nitrogen, toksisitas besi | Tungro: warna lebih oranye/kemerahan, ada wereng hijau. N defisiensi: hijau pucat seragam. Besi: titik-titik coklat kecil |
| Tanaman kerdil, anakan sedikit | Stres air, kekurangan fosfor | Tungro: kerdil disertai perubahan warna daun. Stres hara: tidak ada perubahan warna khas |
| Daun melintir atau melengkung | Kerusakan herbisida | Tungro: disertai perubahan warna. Herbisida: sering lebih masif dan seragam di satu area |
Data Serangan Tungro di Indonesia
Sumber: BB Padi, BPTPH
Strategi Pengendalian Tungro yang Benar
1. Varietas tahan (prioritas pertama): Ini investasi paling efektif jangka panjang. Varietas yang terbukti tahan di lapangan Indonesia: Inpari 7, Inpari 8, Inpari 9, Inpari 37, Inpari 38. Untuk daerah endemik tungro, tanam varietas ini adalah wajib.
2. Tanam serempak: Satu hamparan yang tanam serentak memutus siklus tungro – tidak ada sumber virus di lahan saat bibit baru ditanam. Idealnya seluruh hamparan dalam radius 100 meter tanam dalam 2 minggu yang sama.
3. Kendalikan wereng hijau sejak dini: Seed treatment Imidakloprid memberikan perlindungan 4-6 minggu pertama saat tanaman paling rentan. Semprot insektisida kalau populasi wereng hijau >1 per 10 rumpun di fase bibit-anakan awal.
4. Eradikasi tanaman terinfeksi: Cabut dan bakar tanaman yang menunjukkan gejala tungro. Jangan tinggalkan – menjadi reservoir virus untuk wereng yang sehat.
5. Jangan tanam di samping lahan yang sudah kena tungro: Setelah musim dengan serangan tungro, pastikan lahan bersih dari singgang dan gulma yang bisa jadi reservoir virus sebelum musim tanam berikutnya.

Pantau Risiko Tungro dengan AgriAgent
Fitur Alarm Hama AI (Premium) di AgriAgent memantau risiko serangan tungro berdasarkan kondisi cuaca dan fase tanaman – notifikasi sebelum serangan parah.
Artikel terkait:
Wereng Hijau: Vektor Virus Tungro |
Wereng Coklat vs Hijau