Thrips (Thysanoptera): Jenis, Siklus Hidup, dan Pengendalian Terpadu di Semua Komoditas

Thrips (Thysanoptera): Jenis, Siklus Hidup, dan Pengendalian Terpadu di Semua Komoditas

Thrips adalah hama yang membuat banyak petani frustrasi karena satu alasan: susah dilihat, gampang salah diagnosis, dan sering salah diobati. Artikel ini tentang thrips secara umum – lebih komprehensif dari sekadar thrips pada cabai, mencakup semua komoditas yang rentan di Indonesia.

Mengenal Thrips: Bukan Serangga Biasa

Thrips (ordo Thysanoptera) punya cara makan yang unik: mereka tidak menggigit dan mengunyah seperti ulat, juga tidak menghisap dengan stylet seperti aphids. Mereka “merobek-robek” sel tanaman dengan mandibula asimetris, lalu menghisap cairan yang keluar. Ini kenapa bekas serangan thrips berbeda dari hama lain – permukaan daun perak atau coklat berkelompok, bukan lubang atau goresan.

Spesies Inang Utama Ciri Khas Ancaman Tambahan
Thrips parvispinus Cabai, tomat, bawang, mangga Kuning-oranye saat muda, coklat saat dewasa Vektor virus TSWV dan GBNV
Frankliniella occidentalis (WFT) Banyak – tanaman hortikultural, bunga Kuning pucat, lebih kecil dari T. parvispinus Vektor TSWV – berbahaya di greenhouse
Thrips tabaci Bawang merah/putih, kubis Kuning muda atau abu-abu Vektor Iris Yellow Spot Virus pada bawang
Scirtothrips dorsalis (CTP) Cabai, teh, mangga Sangat kecil, kuning pucat Masuk Indonesia relatif baru, potensi merusak tinggi

Fase Pupa di Tanah: Mengapa Satu Kali Semprot Tidak Cukup

Fase prepupa dan pupa berlangsung di dalam tanah atau dalam celah-celah jaringan tanaman. Di fase ini thrips tidak terpapar insektisida daun. Setiap 7-10 hari, generasi baru muncul dari tanah dan mulai menyerang kembali.

Ini kenapa program semprot untuk thrips harus minimal 3 kali dengan interval 5-7 hari, bukan satu kali semprot besar. Tujuannya membunuh setiap generasi yang baru muncul dari tanah sebelum mereka sempat bertelur.

Strategi Pengendalian Thrips per Komoditas

Komoditas Insektisida Utama Monitoring Timing Kritis
Cabai Spinosad, Abamektin, Imidakloprid Sticky trap kuning, ketuk-ketuk kertas Fase vegetatif aktif dan awal berbunga
Bawang merah Abamektin, Emamektin, Spinosad Hitung thrips di daun teratas 7-35 HST – fase paling rentan
Mangga Imidakloprid (sistemik), Spinosad Periksa pucuk dan daun muda Saat flush (pucuk daun baru muncul)
Tomat/terung Spinosad, Abamektin Sticky trap biru (WFT lebih tertarik biru) Saat berbunga – lindungi bunga dari thrips

Pengendalian Biologis Thrips

Sebelum insektisida, pertimbangkan musuh alami thrips yang sudah ada di ekosistem: predator tungau Amblyseius spp. sangat efektif memangsa thrips (tersedia secara komersial di beberapa toko pertanian), kumbang Orius sangat rakus memakan thrips dewasa dan nimfa, dan parasitoid Ceranisus menes juga tersedia.

Menggunakan insektisida broadspectrum berulang membunuh predator-predator ini, membuat populasi thrips lebih sulit dikontrol jangka panjang. Program IPM yang baik menjaga keseimbangan ini.

Monitoring thrips dengan sticky trap di kebun pertanian

Tanya tentang Thrips di Tanamanmu

Foto gejala serangan thrips dan tanya Kang Tani AgriAgent – identifikasi spesies thrips dan rekomendasi insektisida yang tepat untuk komoditas dan fase tanamanmu.

Download AgriAgent

Artikel terkait:
Thrips pada Cabai: Detail Lengkap |
Cabe Keriting: 6 Penyebab Berbeda

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email