Bercak Daun Padi: Identifikasi Blast, Bercak Cokelat, dan Bercak Bulu Padi

Bercak Daun Padi: Identifikasi Blast, Bercak Cokelat, dan Bercak Bulu Padi

Tidak semua bercak di daun padi berarti blast. Dan mengobati bercak cokelat dengan fungisida blast tidak akan berhasil. Identifikasi yang benar adalah langkah pertama pengendalian yang efektif.

Tiga Penyakit Bercak Daun Padi yang Paling Umum

1. Blast Daun (Pyricularia oryzae)
Bentuk lesi: berlian atau elips dengan ujung runcing di kedua sisi. Bagian tengah lesi abu-abu atau putih, dikelilingi zona kuning-cokelat. Ini pola “diamond” yang khas dan membedakan blast dari penyakit lain.
Lokasi: muncul di mana saja di helai daun, leher malai (blast leher), dan node batang.
Kondisi mendukung: suhu 20-28°C, kelembaban tinggi, embun pagi yang lama, nitrogen berlebihan. Di dataran tinggi saat musim hujan — ini musuh utama.

2. Bercak Cokelat (Bipolaris oryzae / Helminthosporium oryzae)
Bentuk lesi: oval atau bulat, cokelat tua seragam, sering ada halo kuning yang lebar. Ukuran lebih besar dan lebih bulat dari blast. Tidak ada pola berlian.
Kondisi mendukung: tanah miskin silika, defisiensi kalium, varietas rentan. Sering dikaitkan dengan benih yang terinfeksi — bercak cokelat adalah penyakit tular benih yang penting.
Hubungan dengan kualitas benih: biji padi yang terserang bercak cokelat menghasilkan bibit lemah dan bisa langsung menginfeksi dari benih ke bibit di persemaian.

3. Bercak Bulu Padi / Narrow Brown Leaf Spot (Cercospora oryzae)
Bentuk lesi: sangat sempit dan panjang, seperti garis atau bulu — ini yang paling mudah dibedakan. Warna cokelat tua, sejajar dengan tulang daun.
Dampak: biasanya tidak separah blast atau bercak cokelat kecuali sangat parah. Sering diabaikan tapi bisa menurunkan produksi 10-15% kalau menyerang saat fase pengisian biji.

Ciri Blast Bercak Cokelat Bercak Bulu
Bentuk lesi Berlian / elips runcing Oval-bulat Sempit memanjang seperti garis
Warna tengah Abu-abu/putih Cokelat tua seragam Cokelat tua
Halo kuning Kadang Sering, lebar Tidak
Ukuran 0.5-2cm 0.5-1.5cm 0.2-1cm panjang, sangat sempit
Penyebab Pyricularia (jamur) Bipolaris (jamur) Cercospora (jamur)
Fungisida utama Trizikol, isoprotiolan Mankozeb, trizikol Mankozeb, karbendazim

Pengendalian

Blast: Fungisida triazol (trizikol, propikonazol, tebukonazol) atau isoprotiolan. Semprot preventif saat kondisi mendukung blast (suhu sejuk, lembab), dan saat bunting menjelang berbunga — ini fase paling kritis. Varietas tahan blast: Inpari 13, Inpari 32, Conde.

Bercak cokelat: Mankozeb atau trizikol. Yang lebih penting: perbaiki kondisi tanah — pupuk kalium yang cukup dan pupuk silika (dari abu sekam atau pupuk silika) secara signifikan meningkatkan ketahanan terhadap bercak cokelat. Gunakan benih bersertifikat dan bersih.

Bercak bulu: Mankozeb atau karbendazim jika sudah cukup parah. Biasanya tidak perlu semprot khusus kalau manajemen tanaman secara umum sudah baik.

Diagnosa Hama & Penyakit dengan AgriAgent

AgriAgent AI

Foto kondisi tanaman, AgriAgent identifikasi masalah dalam detik — lengkap rekomendasi pengendalian dan dosis yang tepat.

Download AgriAgent Gratis

FAQ

Bagaimana cara paling cepat membedakan blast dari bercak cokelat di lapangan?
Lihat bentuk lesi. Blast punya ujung runcing di kedua sisi seperti berlian atau cerutu panjang — ini khas blast dan tidak ada di bercak cokelat yang lebih bulat-oval. Kalau masih ragu, lihat zona tengah: blast abu-abu/putih, bercak cokelat cokelat tua seragam.

Apakah bercak daun padi bisa menular ke malai?
Blast bisa menyerang leher malai (blast leher atau neck blast) — ini bentuk yang paling merusak karena malai tidak bisa mengisi biji. Semprot fungisida di fase bunting sangat kritis untuk mencegah blast leher.

Kapan waktu terbaik untuk semprot fungisida blast?
Dua waktu kritis: (1) saat kondisi cuaca mendukung blast terjadi selama 3+ hari berturut-turut, dan (2) saat bunting menjelang berbunga untuk mencegah blast leher. Semprot setelah kerusakan besar terlihat biasanya sudah terlambat.

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email