Kalender Tanam Padi 2026: Jadwal MT1, MT2, MT3 dan Varietas Terbaik per Wilayah
Padi adalah tanaman yang paling sensitif terhadap timing. Tidak ada komoditas lain di Indonesia yang hasilnya bisa berbeda sebesar 30-50% hanya karena terlambat atau terlalu awal tanam beberapa minggu. Dan dengan perubahan iklim yang semakin tidak menentu, patokan lama “tanam saat hujan datang” sudah tidak cukup.
Panduan ini menyajikan kalender tanam padi 2026 yang komprehensif — berbasis data cuaca historis, rekomendasi varietas terbaru, dan pola iklim aktual per wilayah sentra produksi Indonesia.
Kenapa Timing Tanam Padi Sangat Kritis
Padi punya tiga fase yang paling membutuhkan air dalam jumlah optimal: fase vegetatif aktif (21-45 HST), fase bunting (45-60 HST), dan fase pengisian biji (70-85 HST). Kalau salah satu dari tiga fase ini bertepatan dengan kekeringan atau justru hujan ekstrem, kerugian hasil bisa sangat signifikan.
Lebih dari itu, fase pembungaan padi sangat sensitif terhadap suhu. Suhu di atas 35 derajat celcius saat berbunga menyebabkan sterilitas pollen, yang berarti biji tidak terbentuk meski malai keluar sempurna. Di musim kemarau panjang, ini menjadi risiko nyata di dataran rendah.
Kalender Tanam Padi 2026: MT1, MT2, MT3

MT1 2026 (Musim Hujan): Tanam optimal Oktober-Desember 2025 untuk wilayah yang sudah menerima hujan stabil. Target panen Februari-April 2026. Ini musim dengan produktivitas tertinggi secara nasional. Risiko utama: hawar daun bakteri dan blast di wilayah dengan curah hujan sangat tinggi.
MT2 2026 (Akhir Hujan-Awal Kemarau): Tanam Februari-Maret 2026, panen Mei-Juli 2026. Ketersediaan air mulai menurun di bulan Mei-Juni, jadi pilih varietas yang umur panennya tidak melebihi 115 hari. Irigasi menjadi sangat penting di fase ini.
MT3 2026 (Musim Kemarau): Hanya untuk wilayah dengan irigasi teknis sangat andal. Tanam Juni-Juli 2026, panen September-Oktober 2026. Harga GKP biasanya lebih tinggi di periode panen ini karena pasokan nasional lebih sedikit.
Jadwal Tanam per Wilayah Sentra Produksi

Jawa Barat (Karawang, Subang, Indramayu, Cianjur):
MT1: Tanam Oktober-November 2025, panen Februari-Maret 2026
MT2: Tanam Maret-April 2026, panen Juni-Juli 2026
MT3: Dimungkinkan di wilayah irigasi teknis seperti Karawang dan Subang
Waspadai: Wereng cokelat biotipe 3 yang dominan di pantura. Pilih Inpari 32 atau Inpari 33.
Jawa Tengah (Demak, Pati, Kudus, Grobogan, Banyumas):
MT1: Tanam November-Desember 2025, panen Maret-April 2026
MT2: Tanam April-Mei 2026, panen Juli-Agustus 2026
Waspadai: Kekeringan di wilayah Grobogan dan Blora saat MT2. Pastikan sumber irigasi tersedia.
Jawa Timur (Lamongan, Bojonegoro, Ngawi, Tuban, Malang):
MT1: Tanam Oktober-November 2025, panen Februari-Maret 2026
MT2: Tanam Maret-April 2026, panen Juni-Juli 2026
Waspadai: Banjir di wilayah hilir Bengawan Solo saat puncak MT1 Januari-Februari.
Sulawesi Selatan (Bone, Wajo, Sidrap, Pinrang, Luwu):
MT1: Tanam September-Oktober 2025, panen Januari-Februari 2026
MT2: Tanam Maret-April 2026, panen Juni-Juli 2026
Sulsel punya dua puncak hujan yang memungkinkan dua musim tanam produktif per tahun.
Sumatera Selatan (OKI, Musi Banyuasin, Banyuasin):
MT1: Tanam Oktober-Januari di lahan pasang surut dan lebak
MT2: Tanam Maret-April, panen Juni-Juli
Perhatian khusus: Tata air di lahan pasang surut sangat menentukan keberhasilan.
NTB dan NTT:
MT1 (satu-satunya andalan): Tanam November-Desember setelah hujan stabil, panen Maret-April
Gunakan varietas genjah (90-100 hari) agar panen selesai sebelum kemarau panjang tiba.
Situ Bagendit dan Inpago 8 sangat direkomendasikan untuk daerah tadah hujan.
Rekomendasi Varietas Padi 2026 per Kondisi
Lahan irigasi teknis, risiko wereng tinggi: Inpari 32, Inpari 33, Inpari 13
Lahan irigasi, rawan banjir: Inpari 30 Ciherang Sub-1 (toleran rendaman)
Lahan tadah hujan: Situ Bagendit, Inpago 8, Inpago 9
Lahan pasang surut masam: Inpara seri (khusus lahan rawa)
Pasar premium/beras pulen: Mentik Wangi, Pandan Wangi, Rojolele
Tanda-tanda Alam sebagai Panduan Tanam
Di luar data iklim, petani berpengalaman sering menggunakan tanda alam lokal yang terbukti akurat selama generasi:
Munculnya burung blekok (kuntul kecil) di sawah biasanya menandai musim hujan yang stabil dan aman untuk tanam. Kemunculan katak dalam jumlah banyak di malam hari adalah sinyal kelembaban tanah sudah cukup. Angin timur yang berhenti dan berganti angin barat menandai transisi ke musim hujan di banyak wilayah Jawa.
Kombinasi kearifan lokal ini dengan data prakiraan cuaca modern adalah pendekatan yang paling robust untuk menentukan waktu tanam.
Kalender Tanam Padi Personal di Genggamanmu

AgriAgent menghitung waktu tanam padi terbaik berdasarkan koordinat lahanmu, data BMKG real-time, dan historis iklim 10 tahun. Bukan panduan generik, tapi rekomendasi yang spesifik untuk sawah atau kebunmu.
Kembali ke panduan lengkap: Kalender Tanam: Panduan Lengkap Waktu Tanam untuk Petani Indonesia.
Panduan Kalender Tanam Lainnya:
- Kalender Tanam Padi 2026: Jadwal MT1, MT2, MT3 dan Varietas Terbaik per Wilayah
- Kalender Tanam Cabai 2026: Strategi Timing untuk Panen di Harga Tertinggi
- Kalender Tanam Jagung 2026: Jadwal Tanam per Provinsi dan Tips Panen Optimal
- Kalender Tanam Bawang Merah 2026: Timing Tanam untuk Hasil dan Harga Terbaik
- Kalender Tanam Kedelai 2026: Jadwal Optimal dan Strategi Tanam Rotasi
- Kalender Tanam Tomat 2026: Panduan Waktu Tanam untuk Panen Berkualitas
- Kalender Tanam Terpadu: Panduan Lengkap KATAM Kementan untuk Petani
2 komentar