Hama Blast Padi: Gejala, Jenis, Fungisida, dan Cara Mencegah Blast Leher Malai

Hama Blast Padi: Gejala, Jenis, Fungisida, dan Cara Mencegah Blast Leher Malai

Blast adalah penyakit padi paling merusak di dunia. Yang berbeda dari hama lain: blast bisa menyerang kapan saja sepanjang musim, dari fase semai sampai leher malai, dan sekali leher malai terinfeksi tidak ada tindakan yang bisa menyelamatkan panen. Panduan ini membantu PPL mengajarkan petani mengenali blast lebih awal dan bertindak di waktu yang tepat.

Fakta Blast Padi yang Harus Diketahui PPL

Blast (Pyricularia oryzae) adalah penyakit jamur yang menjadi momok petani padi di seluruh dunia. Di Indonesia, blast bertanggung jawab atas kerugian panen yang signifikan terutama di musim hujan dengan kelembaban tinggi.

Fakta Blast Padi di Indonesia

50-100%Kehilangan hasil bila blast leher malai tidak ditangani
85+Ras blast berbeda yang teridentifikasi di Indonesia
24-48 jamWaktu infeksi hingga gejala terlihat
<20°CSuhu malam yang memicu kondisi optimal blast

Sumber: BB Padi Sukamandi, IRRI Philippines

Gejala blast padi - bercak belah ketupat pada daun padi

Dua Jenis Blast: Daun vs Leher Malai

PPL perlu memahami perbedaan mendasar antara dua jenis blast karena urgency penanganannya sangat berbeda.

Aspek Blast Daun Blast Leher Malai
Fase serangan Persemaian – fase vegetatif Fase generatif – saat malai keluar
Gejala Bercak belah ketupat abu-abu-coklat di daun Leher malai busuk, gabah hampa
Kerugian Sedang – tanaman bisa pulih jika ditangani Berat hingga total – tidak bisa dipulihkan
Urgensi Tangani dalam 3-5 hari Tangani SEBELUM malai keluar – profilaksis

Peringatan Kritis: Blast Leher Malai

Kalau PPL menemukan blast daun berat di fase vegetatif akhir, langsung rekomendasikan fungisida profilaksis sebelum fase bunting. Begitu leher malai sudah terinfeksi blast, tidak ada fungisida yang bisa menyelamatkan gabah yang sudah hampa. Pencegahan adalah satu-satunya opsi.

Kondisi yang Memicu Ledakan Blast

Kondisi Lingkungan vs Risiko Serangan Blast

Kelembaban tinggi, suhu malam rendah, pupuk N berlebihan, daun basah lama, varietas rentan, jarak tanam rapat – semua meningkatkan risiko blast.

Berdasarkan model epidemiologi blast IRRI dan data lapangan BB Padi


Fase Pertumbuhan Risiko Blast Tindakan Pencegahan
Persemaian (0-21 HST) Sedang Fungisida benih, jaga drainase
Anakan aktif (21-45 HST) Sedang-Tinggi Monitor cuaca, kurangi N jika hujan terus
Akhir vegetatif (45-60 HST) Tinggi Jika ada gejala daun, semprot fungisida profilaksis
Bunting (60-75 HST) Sangat Tinggi Fungisida wajib 7 hari sebelum malai keluar
Berbunga (75-90 HST) Sangat Tinggi Aplikasi kedua jika cuaca basah berlanjut

Cara Membedakan Blast dari Penyakit Daun Lain

Batang padi - monitoring blast leher malai

Ciri Blast BLB / Kresek Bercak Coklat
Bentuk bercak Belah ketupat (diamond) Kuning dari tepi daun Oval coklat kecil
Warna Tengah abu-abu, tepi coklat Kuning rata ke dalam Coklat gelap, halo kuning
Penyebab Jamur Pyricularia Bakteri Xanthomonas Jamur Helminthosporium
Obat Fungisida (Trisiklazol) Bakterisida (Cu-based) Fungisida umum

Tes Lapangan Cepat

Potong daun bergejala dan simpan dalam plastik tertutup semalam. Kalau pagi muncul serbuk putih/abu di permukaan bercak – itu sporulasi blast, konfirmasi positif. BLB tidak sporulasi. Cara ini tidak butuh lab.

Fungisida Blast dan Cara Aplikasi yang Benar

Efektivitas Bahan Aktif Fungisida vs Jenis Blast (%)

Trisiklazol 90% blast daun, 88% blast leher. Azoksistrobin 82% dan 78%. Propikonazol 75% dan 65%.

Data uji efikasi lapangan BB Padi Sukamandi, rata-rata 3 musim tanam

Bahan Aktif Konsentrasi Timing Kritis Catatan
Trisiklazol 0.75-1 g/L 7 hari sebelum bunting (profilaksis leher) Pilihan utama – spektrum luas
Azoksistrobin 0.5-1 ml/L Saat gejala daun muncul Strobilurin – hambat embun tepung juga
Propikonazol 0.5 ml/L Awal gejala sampai bunting Kombinasikan dengan Trisiklazol untuk leher

Varietas Padi Tahan Blast yang Direkomendasikan

Varietas Ketahanan Blast Potensi Hasil Umur
Inpari 32 Tahan (daun & leher) 7.9 ton GKG/ha 118 HSS
Inpari 42 Agritan Tahan 7.7 ton GKG/ha 116 HSS
Inpago 8 Tahan (padi gogo) 5.8 ton GKG/ha 113 HSS
Situbagendit Agak tahan 6.5 ton GKG/ha 115 HSS

Sawah padi sehat - hasil pengendalian blast yang efektif

Identifikasi Blast Lebih Akurat Pakai AgriAgent

Upload foto daun atau malai padi ke AgriAgent – AI bedakan blast dari BLB dan bercak coklat dalam 10 detik. Lengkap dengan rekomendasi fungisida dan timing aplikasi yang tepat.

Download AgriAgent Gratis

Artikel terkait:
Materi Penyuluhan Pertanian Lengkap untuk PPL |
Cara Mengatasi Wereng Coklat |
Rekomendasi Pupuk Padi NPK

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email