Penggerek Batang Padi: Jenis, Gejala Sundep-Beluk, dan Cara Pengendalian Terpadu

Penggerek Batang Padi: Jenis, Gejala Sundep-Beluk, dan Cara Pengendalian Terpadu

Dua kata yang cukup membuat petani padi gelisah: sundep dan beluk. Keduanya disebabkan hama yang sama – penggerek batang padi – tapi menyerang di fase yang berbeda dan menghasilkan kerusakan yang berbeda.

Yang membuat penggerek batang padi berbahaya bukan hanya kerusakannya, tapi sulitnya pengendalian yang benar-benar tuntas. Hama ini punya perilaku yang membuat insektisida biasa kurang efektif kalau timing aplikasinya salah.

Tiga Spesies Penggerek Batang Padi di Indonesia

Spesies Nama Lokal Warna Ngengat Dominansi
Scirpophaga incertulas Penggerek batang padi putih Putih, betina ada titik hitam di sayap Paling umum dan paling merusak di sawah irigasi
Scirpophaga innotata Penggerek batang padi putih palsu Putih bersih Dominan di lahan kering/tadah hujan
Chilo suppressalis Penggerek batang padi kuning bergaris Kuning kecoklatan dengan garis hitam Umum di daerah dataran tinggi dan musim dingin

Sundep vs Beluk: Gejala yang Berbeda, Fase yang Berbeda

Ini perbedaan yang fundamental dan penting untuk dipahami oleh PPL saat mengedukasi petani:

Sundep terjadi pada fase vegetatif (0-45 HST). Larva penggerek masuk ke dalam batang dan memakan titik tumbuh (growing point). Pucuk utama mati, berwarna coklat, bisa dicabut mudah karena pangkal sudah dimakan. Rumpun padi masih bisa mengkompensasi dengan anakan baru, jadi kerugian sundep bisa lebih rendah kalau terjadi di fase anakan aktif.

Beluk terjadi pada fase generatif (saat bunting sampai panen). Larva masuk ke batang utama dan memakan bagian dalam malai. Malai tidak keluar, atau keluar tapi hampa semua (berwarna putih/abu – disebut juga “white ear”). Beluk jauh lebih merusak karena tidak ada kompensasi – malai yang sudah beluk tidak bisa menghasilkan gabah.

Kerugian Beluk Jauh Lebih Besar dari Sundep

Sundep di fase anakan aktif: kehilangan hasil 5-20% karena ada kompensasi anakan. Beluk di fase generatif: kehilangan hasil 50-100% per malai yang terserang – tidak ada kompensasi. Fokus pengendalian seharusnya di fase sebelum bunting untuk mencegah beluk, bukan hanya bereaksi saat sundep sudah terlihat.

Siklus Hidup dan Implikasinya untuk Pengendalian

Ngengat penggerek aktif malam hari, bertelur di daun padi (S. incertulas bertelur di bagian atas daun, tertutupi rambut coklat). Telur menetas dalam 5-8 hari, larva masuk ke dalam batang. Larva berkembang dalam batang selama 25-35 hari (6 instar), lalu berpupa di dalam batang atau di pangkal tanaman.

Implikasi penting: insektisida kontak tidak bisa menjangkau larva yang sudah ada di dalam batang. Yang efektif hanya: (1) membunuh ngengat dewasa sebelum bertelur, (2) membunuh larva kecil yang baru menetas dan baru mulai masuk ke batang, atau (3) insektisida sistemik yang diserap tanaman dan dimakan larva dari dalam.

Monitoring yang Benar: Light Trap dan Penghitungan Sundep

Dua metode monitoring yang direkomendasikan Kementan:

Perangkap cahaya (light trap): Pasang lampu perangkap untuk menangkap ngengat dewasa. Hitung ngengat yang tertangkap per malam. Kalau sudah tangkap 10+ ngengat per malam, generasi berikutnya akan menyerang signifikan – siapkan insektisida.

Sampling sundep: Hitung rumpun yang pucuknya mati (sundep) per 20 rumpun yang diamati di 5 titik berbeda. Ambang ekonomi: 10% rumpun terserang sundep atau 5% malai beluk.

Pengendalian Terpadu Penggerek Batang

Metode Cara Waktu Aplikasi Efektivitas
Tanam serempak Satu hamparan tanam dalam 2 minggu yang sama Perencanaan musim tanam Tinggi untuk populasi – putus siklus antar generasi
Cabut tanaman terserang Cabut rumpun sundep beserta akarnya Segera saat ditemukan Efektif untuk menekan populasi awal
Karbofuran granul Taburkan di air sawah 10-14 HST dan 25-30 HST Tinggi untuk larva baru yang masuk ke batang
Klorantraniliprol (Ferterra) Granul ditaburkan atau semprot Sebelum tanam atau 7-10 HST Sangat tinggi, sistemik, residual lama
Parasitoid telur (Trichogramma) Lepaskan parasitoid di lahan Saat penerbangan ngengat tinggi Biologis, efektif untuk pengendalian jangka panjang

Malai padi yang terserang beluk akibat penggerek batang

Pantau Hama Sawah dengan AgriAgent

Fitur Alarm Hama AI di AgriAgent (Premium) memprediksi risiko serangan penggerek batang berdasarkan fase tanaman dan data cuaca lokal – beri peringatan sebelum serangan terjadi.

Download AgriAgent

Artikel terkait:
Penyakit Daun Padi: Identifikasi Lengkap |
Materi Penyuluhan untuk PPL

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email