Penyakit Blas pada Padi: Gejala, Kondisi Epidemi, dan Fungisida yang Benar-benar Efektif
Blast adalah penyakit padi yang paling merusak di dunia. Bukan pernyataan berlebihan – menurut IRRI, blast menyebabkan kerugian yang bisa memberi makan 60 juta orang per tahun secara global. Di Indonesia, daerah endemik blast tersebar dari Sumatera hingga Sulawesi, dengan kerugian ratusan ribu ton gabah setiap tahun.
Yang membuat blast istimewa sebagai musuh: jamur Pyricularia oryzae bisa bermutasi membentuk ras baru yang mengatasi ketahanan varietas yang sudah ada. Varietas yang tahun lalu tahan, tahun ini bisa rentan karena ras baru muncul.
Jenis Blast Padi dan Tingkat Bahayanya
| Jenis | Bagian yang Diserang | Gejala | Bahaya Relatif |
|---|---|---|---|
| Blast daun | Daun (semua fase) | Bercak berlian abu-abu, tepi coklat, halo kuning | Sedang – tanaman bisa pulih |
| Blast leher (neck blast) | Leher malai | Busuk coklat di pangkal malai, malai rebah atau hampa | Sangat tinggi – gabah hampa semua |
| Blast buku (node blast) | Buku-buku batang | Busuk coklat di buku, batang patah | Tinggi |
| Blast kerah daun | Pelepah di pangkal daun bendera | Coklat di pangkal daun bendera | Sedang-tinggi tergantung fase |
Kondisi yang Membuat Blast Meledak
Sumber: IRRI Philippines, BB Padi
Identifikasi Blast: Bercak Berlian adalah Kuncinya
Gejala khas blast daun: bercak berbentuk berlian atau romboid (bukan bulat, bukan oval). Bagian tengah bercak abu-abu atau putih pucat, tepi bercak berwarna coklat, dan di luar tepi ada halo kuning. Pada kondisi lembab, permukaan bercak tampak seperti abu-abu berbulu (sporulasi jamur).
Cara memastikan ini blast dan bukan bercak coklat: blast biasanya lebih banyak di daun atas dan daun bendera, bercak coklat lebih merata. Blast bentuknya romboid dengan ujung runcing, bercak coklat bentuknya oval membulat.
Fungisida yang Terbukti Efektif untuk Blast
Tidak semua fungisida efektif untuk blast. Penting untuk menggunakan fungisida yang memang ditujukan untuk Pyricularia oryzae:
| Bahan Aktif | Cara Kerja | Dosis | Waktu Terbaik |
|---|---|---|---|
| Trisiklazol | Sistemik, menghambat melanin (dinding spora) | 500-750 g/ha | Preventif sangat efektif. Kuratif masih efektif di awal gejala |
| Azoksistrobin | Sistemik strobilurin | 200-400 ml/ha | Preventif dan kuratif awal, juga efektif untuk beberapa penyakit lain |
| Kasugamisin | Menghambat sintesis protein jamur | 1-2 L/ha | Kuratif, efektif untuk blast yang sudah agak menyebar |
| Isotianil + Trisiklazol | Kombinasi sistemik | Sesuai label | Formulasi kombinasi untuk perlindungan lebih lama |
Timing semprot yang kritis: semprot preventif saat fase anakan maksimal (sekitar 35-45 HST) dan saat awal heading (10% malai keluar). Dua waktu ini adalah “golden window” untuk mencegah neck blast yang paling merusak.
Varietas Tahan Blast: Investasi Terbaik
Karena blast bisa muncul lagi, varietas tahan adalah proteksi jangka panjang yang paling cost-effective. Beberapa yang terbukti tahan di lapangan Indonesia: Inpari 32, Inpari 33, Inpari 45, dan Ciherang (untuk daerah tertentu). Perlu diingat: ras blast berbeda-beda di setiap daerah – konsultasikan dengan BPTPH setempat varietas apa yang paling tahan untuk ras lokal.

Diagnosis Blast dengan AI – Foto dan Dapatkan Hasilnya
AgriAgent mengidentifikasi blast daun vs bercak coklat vs HDB dari foto, dengan rekomendasi fungisida dan timing semprot yang tepat.
Artikel terkait:
Hawar Daun Bakteri Padi |
Semua Penyakit Daun Padi |
Varietas Padi Tahan Penyakit 2026