Penyakit Hawar Daun Padi: Bedakan HDB, Hawar Pelepah, dan Cara Mengatasi

Penyakit Hawar Daun Padi: Bedakan HDB, Hawar Pelepah, dan Cara Mengatasi

Petani padi sering menyebut semua gejala “daun terbakar” sebagai hawar. Padahal hawar daun padi ada dua jenis yang sangat berbeda: Hawar Daun Bakteri (HDB) dan Hawar Pelepah (Sheath Blight). Salah identifikasi berarti salah penanganan — dan itu membuang biaya tanpa hasil.

Hawar Daun Bakteri (HDB / BLB)

Penyebab: Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Salah satu penyakit padi paling merusak di Asia — kerugian 20–70% di musim yang kondusif.

Gejala khas: Dimulai dari tepi daun atau ujung daun. Batas antara jaringan mati (kuning-cokelat kering) dan sehat (hijau) bergelombang tidak beraturan. Di pagi hari saat embun ada, kadang terlihat tetesan eksudat kuning muda di tepi daun yang baru terinfeksi — ini ciri paling diagnostik.

Uji cepat di lapangan: Potong ujung daun bergejala ±5cm, masukkan ke gelas berisi air jernih. Kocok perlahan. Kalau keluar “asap” keruh kekuningan dari potongan daun dalam 5 menit — konfirmasi HDB positif. Jamur tidak menghasilkan eksudat seperti ini.

Fase kresek adalah serangan HDB paling ganas: menyerang anakan muda, seluruh daun menggulung dan mengering seperti kena panas. Terjadi saat bakteri masuk lewat luka di akar atau daun muda saat transplanting.

Hawar Pelepah (Sheath Blight)

Penyebab: Rhizoctonia solani — jamur, bukan bakteri. Menyerang pelepah daun (bagian bawah yang membungkus batang), bukan helai daun.

Gejala khas: Lesi oval atau tidak beraturan di pelepah daun, bermula dari dekat permukaan air. Lesi punya batas cokelat gelap di tepi dan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih kecokelatan. Sering ada sklerotia (biji keras cokelat kecil seperti biji ketumbar) menempel di pelepah atau di permukaan air — ini struktur bertahan jamur yang sangat khas.

Penyebaran: Lewat sklerotia yang mengapung di air irigasi, menyebar dari petak ke petak. Populasi padi yang rapat mempercepat penyebaran karena kanopi saling bersentuhan.

Ciri HDB (Bakteri) Hawar Pelepah (Jamur)
Lokasi serangan Helai daun, mulai dari tepi/ujung Pelepah daun, dekat air
Batas lesi Bergelombang, tidak tajam Ada lingkaran cokelat gelap yang jelas
Eksudat Ada (kuning, saat lembab) Tidak ada
Sklerotia Tidak ada Ada (cokelat, seperti ketumbar)
Penyebab Bakteri Xanthomonas Jamur Rhizoctonia
Obat yang tepat Tembaga (bakterisida), varietas tahan Fungisida: validamycin, azoksistrobin

Pengendalian yang Tepat per Jenis

HDB: Tidak ada fungisida yang efektif — ini bakteri. Pengendalian terbaik: (1) Tanam varietas tahan seperti Inpari 32, Inpari 13, Ciherang Merah. (2) Kurangi pupuk nitrogen — nitrogen berlebih membuat jaringan daun lebih lunak dan rentan. (3) Bakterisida tembaga (copper hydroxide) untuk menekan penyebaran, bukan menyembuhkan. (4) Hindari kondisi yang menciptakan luka: angin kencang, banjir, mesin yang menggores daun.

Hawar Pelepah: Fungisida efektif — ini jamur. Validamycin adalah standar gold di Asia karena efektif dan harga terjangkau. Azoksistrobin dan heksakonazol juga efektif. Semprotkan ke bagian bawah tanaman (pelepah dan permukaan air), bukan ke atas. Jarak tanam yang tidak terlalu rapat untuk sirkulasi udara yang lebih baik.

Diagnosa Hama & Penyakit dengan AgriAgent

AgriAgent AI

Foto kondisi tanaman, AgriAgent identifikasi masalah dalam detik — lengkap rekomendasi pengendalian dan dosis yang tepat.

Download AgriAgent Gratis

FAQ

Apakah HDB bisa diobati dengan fungisida?
Tidak. HDB disebabkan bakteri, dan fungisida tidak membunuh bakteri. Yang efektif adalah bakterisida berbasis tembaga untuk menekan penyebaran, plus varietas tahan untuk musim berikutnya.

Sklerotia hawar pelepah bisa bertahan berapa lama di tanah?
Sklerotia Rhizoctonia solani bisa bertahan di tanah dan sisa tanaman 2-3 tahun. Ini kenapa hawar pelepah sering muncul berulang di lahan yang sama. Rotasi tanaman dan sanitasi sisa panen membantu menurunkan inokulum.

Apakah kedua penyakit ini bisa muncul bersamaan?
Ya, dan ini cukup umum di musim hujan dengan populasi padat. Identifikasi yang benar sangat penting karena penanganannya berbeda — HDB butuh bakterisida, hawar pelepah butuh fungisida.

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email