Walang Sangit Padi: Kenapa Biji Jadi Hampa dan Cara Membasminya
Ada hama yang namanya seolah sudah mendeskripsikan dirinya sendiri: walang sangit. “Sangit” dalam bahasa Jawa berarti bau yang tidak sedap – dan memang, kalau kamu tangkap atau ganggu serangga ini, dia akan mengeluarkan bau yang sangat menyengat sebagai mekanisme pertahanan. Tapi jauh lebih penting dari baunya adalah kerusakan yang ditimbulkannya: biji padi yang hampa atau berbintik cokelat saat panen.
Mengenal Walang Sangit
Walang sangit (Leptocorisa oratorius) adalah sejenis kepik hijau kecokelatan berukuran sekitar 14-17 mm dengan antena panjang yang sangat khas. Serangga dewasanya bersayap panjang dan bisa terbang jauh, sering bermigrasi dari semak-semak di tepi sawah ke dalam pertanaman padi saat memasuki fase pengisian biji.
Walang sangit aktif terutama di pagi dan sore hari, dan relatif tidak aktif di siang terik. Ini yang membuat monitoring dan pengendaliannya paling efektif dilakukan pada periode tersebut.
Mekanisme Kerusakan yang Menyebabkan Biji Hampa

Walang sangit merusak padi dengan cara menghisap cairan biji yang sedang dalam tahap pengisian – khususnya pada fase masak susu (milk stage) saat biji masih lunak dan penuh cairan nutrisi. Alat penghisapnya menembus sekam dan mengisap isi biji.
Hasilnya bergantung pada timing serangan: saat biji sangat muda (fase masak susu awal), biji bisa menjadi hampa total. Saat biji sudah lebih berkembang, serangan menyebabkan bintik cokelat di sekam dan isi biji yang tidak berkembang sempurna – yang biasa disebut beras patah atau beras bercorak saat digiling.
Cara Monitoring yang Efektif

Monitoring terbaik dilakukan pagi hari (sebelum jam 9) saat walang sangit masih aktif makan di malai. Amati malai padi dari jarak dekat dan hitung jumlah walang sangit yang terlihat per malai atau per rumpun.
Ambang tindakan adalah 2-3 ekor walang sangit per rumpun saat fase bunting hingga pengisian biji. Kalau menemukan banyak walang sangit sebelum fase ini (saat padi masih vegetatif), belum perlu tindakan karena mereka belum bisa merusak – tapi catat lokasinya untuk monitoring lebih intensif saat fase kritis tiba.
Cara Pengendalian yang Efektif
Sanitasi sekitar sawah: Walang sangit suka bersarang di semak-semak, gulma berbunga, dan sisa-sisa tanaman di tepi sawah. Bersihkan vegetasi liar di pematang dan tepi sawah sebelum fase bunting untuk mengurangi populasi awal yang akan menyerang.
Penggunaan Lampu Perangkap: Walang sangit tertarik pada cahaya. Memasang lampu perangkap di tepi sawah saat malam hari efektif mengurangi populasi terutama ngengat yang akan bertelur.
Insektisida kontak: Karena walang sangit ada di permukaan malai (bukan di dalam batang), insektisida kontak cukup efektif. Pilih yang tidak terlalu berbahaya untuk serangga penyerbuk karena aplikasi dilakukan saat tanaman berbunga. Waktu semprot terbaik adalah pagi hari saat walang sangit aktif dan belum banyak bergerak.
Pantau Hama Wereng di Sawahmu dengan AgriAgent
Alarm hama AI AgriAgent memberi notifikasi dini sebelum wereng berkembang parah – langsung ke HP-mu.
Selain hama ini, wereng cokelat adalah ancaman utama yang perlu diwaspadai petani padi Indonesia.