Kebutuhan Unsur Hara Padi per Fase: Panduan Pemupukan dari Semai sampai Panen

Kebutuhan Unsur Hara Padi per Fase: Panduan Pemupukan dari Semai sampai Panen

Tanaman padi tidak punya kebutuhan hara yang sama sepanjang hidupnya. Seperti manusia yang punya kebutuhan nutrisi berbeda di setiap tahap kehidupan, padi butuh jenis dan jumlah unsur hara yang berbeda di setiap fase pertumbuhannya. Memahami ini adalah kunci pemupukan yang efisien – tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu.

Kebutuhan Hara Padi per Fase Pertumbuhan

Kebutuhan unsur hara padi per fase pertumbuhan

Fase Perkecambahan sampai 14 HST: Bibit sangat muda masih mengandalkan cadangan nutrisi dari biji. Kebutuhan hara dari tanah minimal. Fokus: pastikan pH tanah semai optimal (6-7) dan ada cukup P untuk mendorong perkembangan akar awal.

Fase Vegetatif Awal (14-35 HST): Periode pembentukan anakan aktif – yang paling menentukan jumlah malai per rumpun. N sangat kritis di fase ini. Kekurangan N di sini langsung mengurangi jumlah anakan dan dengan demikian potensi malai yang akan terbentuk.

Fase Vegetatif Aktif (35-55 HST): N terus dibutuhkan tinggi. P dan K mulai penting untuk mendukung batang yang kuat dan mencegah kerebahan. Zn kritis di fase ini – defisiensi Zn sering baru terlihat jelas di 2-4 minggu setelah tanam pindah.

Fase Reproduktif – Primordia (55-70 HST): Pembentukan malai dimulai di dalam batang. N masih diperlukan tapi dalam jumlah lebih moderat – terlalu banyak N di fase ini menyebabkan pertumbuhan vegetatif terus berlanjut dan menunda pembungaan. K sangat penting untuk ketahanan terhadap penyakit.

Fase Pembungaan (70-85 HST): Fase paling kritis untuk pengisian biji. Stres apapun – kekurangan air, suhu ekstrem, atau kekurangan hara – di fase ini langsung menyebabkan sterilitas bunga dan biji hampa. B penting untuk proses penyerbukan.

Fase Pengisian dan Pematangan Biji (85-115 HST): K sangat kritis untuk transport asimilat dari daun ke biji. Kekurangan K di fase ini langsung menurunkan berat dan kualitas gabah. N sudah tidak diperlukan dalam jumlah besar – penambahan N di fase ini justru memperburuk kualitas.

Panduan Pemupukan Padi Berbasis Fase

Jadwal pemupukan padi sawah berdasarkan fase pertumbuhan

Aplikasi 1 (Basal, saat tanam): Seluruh dosis P (SP-36 atau TSP) dan sekitar 25% dosis K (KCl). Tambahkan ZnSO4 di lahan dengan riwayat defisiensi Zn. P dan Zn tidak perlu dibagi – aplikasi sekali di basal lebih efisien karena keduanya tidak mobile.

Aplikasi 2 (7-14 HST, awal anakan): Sekitar 40% dari total dosis N (urea). Ini mendukung pembentukan anakan yang maksimal – periode paling kritis untuk menentukan potensi malai.

Aplikasi 3 (25-35 HST, anakan aktif): Sisa 35% N dan sisa 75% K. N terakhir untuk memastikan semua anakan yang sudah terbentuk bisa berkembang maksimal. K memulai peran pentingnya dalam ketahanan tanaman.

Aplikasi 4 (opsional, primordia): Di lahan yang tanahnya diketahui miskin N atau tanaman menunjukkan gejala klorosis, tambahan N kecil (15-20 kg urea/ha) di fase primordia bisa meningkatkan persentase pengisian biji.

Rekomendasi Pemupukan AI untuk Lahanmu

AgriAgent

AgriAgent merekomendasikan dosis dan waktu pemupukan yang tepat berdasarkan kondisi aktual lahanmu.

Download AgriAgent Gratis

Panduan lengkap: Unsur Hara: Pengertian, Fungsi, dan Panduan Lengkap untuk Petani.

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email