Pupuk Mikro untuk Padi: Kapan dan Berapa Dosisnya?

Pupuk Mikro untuk Padi: Kapan dan Berapa Dosisnya?

Pupuk NPK, urea, SP-36, KCl – ini daftar pupuk yang hampir semua petani padi sudah familiar. Tapi ada kategori pupuk yang sering diabaikan padahal bisa menjadi penentu hasil panen: pupuk unsur mikro. Di lahan sawah yang sudah lama diintensifkan, defisiensi unsur mikro terutama Zink semakin umum terjadi dan bisa menjadi bottleneck produksi yang tidak tercover oleh penambahan NPK sebanyak apapun.

Mengapa Sawah Indonesia Rentan Defisiensi Unsur Mikro?

Pupuk mikro untuk tanaman padi sawah Indonesia

Beberapa karakteristik sawah Indonesia yang meningkatkan risiko defisiensi unsur mikro: pH tanah sawah sering di bawah 5,5 (terutama di lahan gambut dan pasang surut) yang mengunci Fe dan Mn; kondisi tergenang lama menciptakan kondisi reduktif yang mengubah keseimbangan Fe, Mn, dan Zn; intensifikasi tanam terus-menerus tanpa penambahan bahan organik menguras cadangan mikro tanah; dan pemberian P berlebihan yang mengantagonisme Zn dan Fe.

Zink: Prioritas Pupuk Mikro untuk Padi Indonesia

Dari semua unsur mikro, Zink adalah yang paling sering menjadi faktor pembatas produksi padi di Indonesia. Penelitian IRRI menunjukkan bahwa defisiensi Zn mempengaruhi lebih dari 40% lahan sawah di Asia Tenggara. Gejalanya di lapangan disebut “kresek” atau “harsha”: daun muda kecil-kecil, klorosis (kuning) interveinal, dan tanaman kerdil yang muncul 2-4 minggu setelah tanam pindah.

Dosis dan cara aplikasi ZnSO4: Untuk lahan dengan riwayat defisiensi Zn: 10-25 kg ZnSO4/ha, dicampur dengan pupuk dasar dan diaplikasikan sebelum atau saat tanam. Untuk lahan yang belum pernah ada masalah: 5-10 kg ZnSO4/ha sebagai preventif setiap 2-3 musim sudah cukup. Untuk perbaikan darurat saat gejala sudah terlihat: semprotkan larutan ZnSO4 2-3 g/liter sebagai pupuk daun.

Gejala defisiensi zink pada padi dan cara penanganannya

Unsur Mikro Lain untuk Padi: Kapan Dibutuhkan?

Silika (Si): Meski bukan unsur hara esensial secara teknis, Si sangat penting untuk padi. Padi adalah akumulator Si terbesar di antara semua tanaman budidaya. Si memperkuat dinding sel, meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit (terutama blast), dan membantu toleransi terhadap keracunan besi. Jerami yang dikembalikan ke lahan adalah sumber Si terbaik.

Boron: Jarang menjadi masalah serius di padi sawah, tapi di beberapa daerah dengan tanah sangat masam atau sangat kapur, defisiensi B bisa mengurangi persentase pengisian biji. Aplikasi boraks 5-10 kg/ha jika diperlukan.

Mangan: Di sawah tergenang, Mn biasanya tersedia lebih dari cukup karena kondisi reduktif meningkatkan kelarutannya. Defisiensi Mn di padi sangat jarang – lebih umum terjadi toksisitas Mn di tanah sangat masam.

Rekomendasi Pemupukan AI untuk Lahanmu

AgriAgent

AgriAgent merekomendasikan dosis dan waktu pemupukan yang tepat berdasarkan kondisi aktual lahanmu.

Download AgriAgent Gratis

Panduan lengkap: Unsur Hara: Pengertian, Fungsi, dan Panduan Lengkap untuk Petani.

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email