Cara Mengatasi Kekurangan Besi (Fe) pada Tanaman
Kekurangan besi adalah masalah nutrisi yang membingungkan karena besi sebenarnya sangat melimpah di bumi – besi adalah unsur keempat paling banyak di kerak bumi. Tapi kelimpahan total tidak berarti ketersediaan untuk tanaman. Ini adalah pelajaran penting tentang bagaimana kimia tanah bisa “mengunci” nutrisi yang sebenarnya ada.
Mengapa Kekurangan Fe Terjadi Meski Besi Melimpah?

Di tanah berkapur atau pH > 7,0, besi ada terutama dalam bentuk Fe³⁺ yang membentuk hidroksida dan oksida yang sangat tidak larut. Fe(OH)₃, Fe₂O₃ (hematit), dan FeOOH (goetit) adalah bentuk-bentuk yang dominan di tanah alkalin – semua sangat tidak larut sehingga konsentrasi Fe²⁺ dalam larutan tanah bisa turun sampai jauh di bawah kebutuhan tanaman.
Tanaman harus bekerja ekstra keras untuk mendapatkan Fe dari tanah alkalin: akar mengeluarkan asam organik dan proton untuk melarutkan Fe, mengaktivasi enzim ferric reductase untuk mereduksi Fe³⁺ menjadi Fe²⁺ yang larut, dan mensintesis fitoridefor (siderophor) – molekul pengikat Fe yang dilepas ke rizosfer. Tapi di tanah yang sangat alkalin, kapasitas ini tidak selalu cukup.
Gejala Kekurangan Fe dan Cara Membedakannya

Klorosis interveinal di daun muda adalah tanda khas kekurangan Fe. Tulang daun tetap hijau (karena klorofil yang ada sudah terdegradasi lebih lambat), tapi jaringan di antara tulang daun menguning atau bahkan memutih di defisiensi berat. Fe tidak mobil dalam tanaman sehingga daun muda – yang paling butuh Fe untuk membuat klorofil baru – yang pertama terdampak.
Membedakan dari kekurangan Mn (gejala mirip): kekurangan Mn juga klorosis interveinal di daun muda tapi sering disertai bintik-bintik abu atau cokelat. Kekurangan Fe lebih seragam warna kuningnya. Uji sederhana: semprotkan FeSO₄ 0,5% pada setengah tanaman yang bergejala – kalau Fe yang kurang, warna daun mulai membaik dalam 7-10 hari.
Penanganan Kekurangan Besi
Koreksi pH: Untuk tanah alkalin, menurunkan pH ke 6,5 adalah solusi paling efektif jangka panjang. Belerang pertanian (S elementil) yang dioksidasi menjadi asam sulfat oleh bakteri tanah adalah cara penurunan pH yang aman dan bertahap.
Fe-EDTA atau Fe-EDDHA: Untuk tanah alkalin, khelat EDTA hanya efektif sampai pH 6,5. EDDHA (ethylenediamine-di-o-hydroxyphenylacetic acid) lebih stabil sampai pH 9 dan merupakan pilihan terbaik untuk tanah sangat alkalin meski harganya lebih mahal.
Pupuk daun FeSO₄: Semprotkan FeSO₄ 2-3 g/liter sebagai koreksi cepat. Efektif dan ekonomis. Perlu diulang karena Fe tidak ditranslokasikan dari daun tua ke yang baru – hanya daun yang terkena semprot yang membaik.
Kelola Nutrisi Tanaman Lebih Cerdas dengan AgriAgent

AgriAgent membantu petani Indonesia bertani lebih efisien dengan data – kalender tanam AI, diagnosa hama, dan rekomendasi pemupukan berbasis kondisi lahanmu.
Kembali ke panduan utama: Unsur Hara Mikro: Peran Tersembunyi yang Sering Dilupakan Petani.
Artikel terkait:
- Unsur Hara Mikro: Peran Tersembunyi yang Sering Dilupakan Petani ← Panduan Utama
- Fungsi Unsur Hara Mikro pada Tanaman: Panduan Lengkap per Unsur
- Contoh Unsur Hara Mikro dan Sumber Alaminya di Tanah dan Pupuk
- Kekurangan Zink pada Padi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
- Kekurangan Boron pada Tanaman: Kenapa Bunga Rontok dan Cara Mengatasinya
- Pupuk Unsur Mikro: Jenis, Dosis, dan Cara Aplikasi yang Tepat