Varietas Padi Unggul 2026: Inpari Terbaru, Rekomendasi per Kondisi Lahan, dan Cara Pilih Benih Bersertifikat

Varietas Padi Unggul 2026: Inpari Terbaru, Rekomendasi per Kondisi Lahan, dan Cara Pilih Benih Bersertifikat

Setiap musim ada petani yang masih pakai varietas yang sama sejak 10 tahun lalu. Bukan karena malas, tapi karena tidak ada yang kasih tahu ada yang lebih baik. Atau pernah dikasih tahu, tapi tidak meyakinkan.

Pemilihan varietas adalah keputusan yang berdampak langsung ke margin keuntungan petani musim itu. Varietas yang tepat di kondisi lahan yang tepat bisa beda hasil 1-2 ton per hektar dibanding varietas yang kurang cocok. Panduan ini menyajikan data varietas padi unggul terbaru yang layak direkomendasikan PPL ke petani binaan, berdasarkan kondisi lahan dan target produksi.

Kenapa Pilihan Varietas Itu Lebih Penting dari yang Dikira

Ada petani yang sudah pakai pupuk sesuai rekomendasi, pengairan benar, OPT terkendali – tapi hasil panen tetap stagnan di angka 4-5 ton. Setelah dicek, masalahnya ada di varietas. Mereka masih pakai IR64 atau Memberamo yang sudah berumur puluhan tahun, dengan potensi genetik yang sudah jauh tertinggal dari varietas modern.

Potensi Hasil Panen per Kelompok Varietas

4-5 tonRata-rata varietas lama (IR64, Memberamo, Cisokan) di kondisi optimal
6-8 tonRata-rata varietas Inpari terbaru di kondisi optimal sawah irigasi
9-12 tonPotensi varietas hibrida unggul di kondisi manajemen optimal
Benih bersertifikatKunci mengaktifkan potensi genetik varietas unggul – benih asalan tidak akan sampai potensi maksimal

Sumber: BB Padi Sukamandi, data hasil uji multilokasi 2023-2025

Varietas Inpari: Rekomendasi Utama untuk Sawah Irigasi

Inpari (Inbrida Padi Irigasi) adalah seri varietas padi yang dikembangkan BB Padi untuk kondisi sawah irigasi. Ini yang paling relevan untuk sebagian besar petani binaan PPL di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Perbandingan Potensi Hasil Varietas Inpari Terkini (ton GKG/ha)

IR64 rata-rata 4,8 ton, Inpari 32 sebesar 7,9 ton, Inpari 42 sebesar 7,7 ton, Inpari 43 sebesar 8,1 ton, Inpari 45 sebesar 8,4 ton.

Potensi hasil di kondisi optimal. Hasil aktual petani umumnya 60-80% dari potensi maksimal. Sumber: BB Padi

Varietas Potensi Hasil Umur (HSS) Ketahanan OPT Cocok untuk
Inpari 32 7,9 ton GKG/ha 118 Tahan blast daun dan leher, agak tahan wereng biotipe 1-3 Rekomendasi utama, adaptif luas
Inpari 42 Agritan 7,7 ton GKG/ha 116 Tahan blast, toleran kekeringan ringan Sawah tadah hujan, lahan dengan risiko kekeringan periodik
Inpari 43 Ampar Bumi 8,1 ton GKG/ha 115 Tahan wereng coklat biotipe 1-3, agak tahan blast Daerah endemik wereng – prioritas kalau serangan wereng sering terjadi
Inpari 45 Dirgahayu 8,4 ton GKG/ha 114 Tahan blast, toleran genangan singkat Sawah irigasi teknis dengan manajemen baik
Ciherang 6,0 ton GKG/ha 116-125 Agak tahan wereng biotipe 2-3 Masih populer karena cita rasa nasi disukai, harga jual premium di beberapa pasar

Varietas untuk Kondisi Spesifik: Ketika Standar Tidak Cukup

Tidak semua lahan sama. PPL yang hanya hafal satu-dua varietas akan kesulitan saat menghadapi kondisi lahan yang berbeda dari rata-rata. Ini panduan per kondisi spesifik:

Kondisi Lahan Varietas yang Direkomendasikan Alasan
Daerah endemik blast Inpari 32, Inpari 45, Inpago 8 (gogo) Ketahanan blast daun dan leher yang terverifikasi di lapangan
Daerah endemik wereng Inpari 13, Inpari 43 Ampar Bumi Tahan wereng biotipe 1-3 – biotipe yang dominan di Jawa dan Sumatera
Sawah tadah hujan / risiko kekeringan Inpari 41, Inpari 42 Agritan, Situ Bagendit Toleran cekaman kekeringan ringan sampai sedang
Lahan rawa / pasang surut Inpara 3, Inpara 8, Margasari Adaptasi khusus untuk kondisi tergenang atau salinitas rendah
Lahan kering / gogo Inpago 8, Inpago 12, Situ Patenggang Diseleksi khusus untuk kondisi tanpa irigasi
Pasar premium / beras pulen Situbagendit, Ciherang, Mekongga Tekstur nasi lebih pulen, harga jual bisa 5-10% lebih tinggi di beberapa pasar

Benih Bersertifikat: Kenapa Ini Tidak Bisa Dikompromikan

Petani yang beli benih dari tetangga atau simpan sendiri dari hasil panen sebelumnya tidak akan pernah mendapat hasil sesuai potensi varietasnya. Ini fakta yang perlu disampaikan PPL dengan tegas tapi tidak menghakimi.

Setelah beberapa generasi perbanyakan tanpa seleksi ketat, kemurnian genetik benih turun drastis. Varietas Inpari 32 yang benih aslipunya potensi 7,9 ton – tapi kalau benihnya sudah generasi ke-4 tanpa seleksi, hasilnya bisa jatuh ke 5-6 ton. Petani tidak tahu kenapa hasilnya kurang padahal merasa sudah ikuti semua anjuran.

Malai padi varietas unggul Inpari yang produktif

Ciri benih bersertifikat yang bisa diajarkan ke petani: ada label berwarna (putih untuk benih penjenis, kuning untuk benih dasar, ungu untuk benih pokok, biru untuk benih sebar), nomor lot yang bisa dilacak, dan tanggal kadaluarsa yang masih berlaku. Tanpa label ini, tidak ada jaminan kemurnian varietas.

Scan Kemasan Benih dengan AgriAgent

Fitur Scan Pupuk AI AgriAgent juga bisa digunakan untuk memindai label kemasan benih – membaca spesifikasi varietas, masa berlaku, dan memastikan keaslian benih sebelum petani membeli. Fitur Premium.

Download AgriAgent

Artikel terkait:
Materi Penyuluhan Pertanian Lengkap untuk PPL |
Hama Blast Padi: Gejala, Fungisida, dan Varietas Tahan |
Cara Mengatasi Wereng Coklat: Biotipe dan Varietas Tahan |
Kalender Tanam Padi 2026

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email