Penggerek Batang Padi: Sundep, Beluk, dan Strategi Pengendalian Tepat Sasaran

Penggerek Batang Padi: Sundep, Beluk, dan Strategi Pengendalian Tepat Sasaran

Kalau kamu menemukan padi di petak kamu tiba-tiba mati — batang mudah dicabut, di dalam batang ada ulat putih kecil — itu penggerek batang padi. Dan kalau itu terjadi di fase vegetatif awal, kamu baru saja kehilangan satu anakan produktif yang harusnya menghasilkan gabah.

Di Indonesia ada empat spesies penggerek batang yang umum menyerang padi, tapi yang paling merusak adalah penggerek batang kuning (Scirpophaga incertulas) dan penggerek batang putih (Scirpophaga innotata). Keduanya punya cara kerja mirip tapi musim serangan berbeda.

Kenali Gejalanya: Sundep vs Beluk

Gejala penggerek batang dibedakan berdasarkan fase tanaman saat diserang:

Gejala Fase Tanaman Nama Lokal Dampak
Pucuk tanaman muda layu, menguning, mudah dicabut — di dalam batang ada larva Vegetatif (anakan aktif) Sundep Kehilangan anakan, tanaman mengompensasi dengan anakan baru tapi produksi tetap turun
Malai keluar tapi putih dan kosong tanpa gabah isi Generatif (primordia-bunting) Beluk Kehilangan langsung karena malai tidak mengisi — lebih merusak dari sundep

Ambang Ekonomi Penggerek Batang Padi

5%Ambang sundep — jika >5% anakan terserang, lakukan pengendalian
2%Ambang beluk — lebih ketat karena kehilangan langsung pada malai
1 kelompok telur/m²Ambang pemasangan light trap atau pengambilan kelompok telur
35-40 HSTFase paling kritis — perhatian pengendalian difokuskan sebelum fase ini

Sumber: BB Padi Sukamandi, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementan

Siklus Hidup dan Window Pengendalian

Ngengat penggerek batang aktif malam hari dan bertelur di permukaan daun padi dalam kelompok yang dilapisi rambut halus berwarna coklat kemerahan. Satu kelompok berisi 50-150 telur. Setelah menetas, larva kecil bergerak ke bawah dan menembus ke dalam batang — di sinilah mereka tidak bisa dijangkau insektisida kontak.

Ini kenapa timing pengendalian sangat penting: insektisida paling efektif saat larva baru menetas dan belum masuk ke dalam batang (1-3 hari setelah telur menetas), atau saat ngengat aktif sebelum bertelur.

Metode Pengendalian Cara Efektivitas
Pengambilan kelompok telur Periksa permukaan daun tiap 5-7 hari, ambil dan hancurkan kelompok telur berbulu Tinggi untuk populasi rendah-sedang
Light trap Lampu perangkap malam hari untuk tangkap ngengat dewasa — 1 unit per 4-5 ha Monitoring sekaligus pengendalian populasi ngengat
Musuh alami: Telenomus Parasitoid telur Telenomus rowani — lestarikan dengan tidak semprot insektisida selama populasi predator tinggi Tinggi di sawah dengan ekosistem seimbang
Insektisida butiran (granul) Karbofuran 3G atau klorantraniliprol GR — ditabur di sawah pada 1-2 MST Tinggi — sistemik, diserap akar, melindungi dari dalam
Insektisida semprot Klorantraniliprol 200 SC atau sipermetrin saat hitung larva/telur mencapai ambang ekonomi Sedang — efektif sebelum larva masuk batang

Penggerek batang padi - larva di dalam batang dan gejala sundep pada padi

Tanam Serempak: Senjata Kolektif yang Paling Efektif

Ini yang sering dilupakan: penggerek batang paling efektif dikendalikan secara kolektif, bukan individual. Kalau satu petani tanam awal dan petani lain tanam 3 minggu kemudian di sawah sebelah, ngengat dari sawah yang sudah panen akan pindah ke sawah yang baru tanam. Tanam serempak dalam satu hamparan memutus siklus ini.

Kalender Tanam Serempak Lebih Mudah dengan AgriAgent

Fitur Kalender Tanam AgriAgent membantu PPL koordinasi jadwal tanam serempak di kelompok tani binaannya — semua petani bisa lihat jadwal yang sama dan dapat reminder otomatis.

Download AgriAgent

Artikel terkait:
Penyakit Daun Padi: Panduan Identifikasi Lengkap |
Kalender Tanam Padi 2026 |
Cara Mengatasi Wereng Coklat

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email