Walang Sangit: Mengenal Hama Padi yang Berbau Menyengat — Morfologi, Siklus, Pengendalian

Walang Sangit: Mengenal Hama Padi yang Berbau Menyengat — Morfologi, Siklus, Pengendalian

Nama “walang sangit” sudah menggambarkan hama ini dengan akurat: serangga yang berbau sangat menyengat saat diganggu. Bau itu adalah mekanisme pertahanannya — dihasilkan oleh kelenjar aroma di bagian dada. Dan karena bau itu, banyak predator alami yang menghindarinya.

Tapi bagi petani padi, masalahnya bukan baunya. Masalahnya adalah apa yang dilakukan walang sangit ke malai padi muda.

Morfologi dan Cara Identifikasi

Morfologi Walang Sangit (Leptocorisa oratorius) Kepala + Rostrum (alat hisap panjang) Panjang: 14-17mm Warna: hijau kecokelatan Antena: panjang, 4 ruas Bau khas saat diganggu

Walang sangit dewasa (Leptocorisa oratorius) berukuran 14-17mm. Tubuh ramping, hijau kecokelatan, dengan antena panjang yang sangat khas. Nimfa (belum bersayap) lebih kecil dan lebih hijau terang. Keduanya punya rostrum (alat hisap berbentuk jarum panjang) yang digunakan untuk menghisap cairan biji padi muda.

Walang sangit sangat aktif di pagi hari (06.00-09.00) dan sore (15.00-18.00). Di siang hari yang panas mereka bersembunyi di semak, gulma berbunga, atau di bawah daun padi yang lebih terlindung.

Kerusakan yang Ditimbulkan

Walang sangit menghisap cairan malai padi saat biji masih dalam kondisi cair atau susu (3-10 hari setelah berbunga). Hisapan ini menyebabkan biji hampa atau mengkerut. Satu walang sangit bisa merusak 4-5 malai per hari.

Cara identifikasi kerusakan: biji padi yang dihisap walang sangit berwarna cokelat pada bekas tusukan, dan kalau dipotong isinya mengkerut atau kosong. Gabah dari lahan yang diserang berat banyak mengandung biji patah saat digiling.

Kerugian produksi di lahan tanpa pengendalian: 15-40% tergantung populasi dan fase serangan.

Waktu Kritis: Kapan Walang Sangit Paling Berbahaya

Fase berbunga sampai pengisian biji (masak susu) — sekitar 10-20 hari setelah berbunga. Di fase ini malai paling rentan. Setelah biji mengeras (masak kuning), walang sangit tidak bisa lagi menghisap dengan efektif.

Pengendalian

Monitoring dengan perangkap feromon: Tersedia feromon walang sangit komersial yang bisa dipasang di lahan. Hitung tangkapan mingguan untuk mengetahui populasi dan menentukan perlu tidaknya semprot.

Sanitasi lahan: Walang sangit menggunakan gulma berbunga sebagai inang alternatif dan tempat berlindung. Bersihkan gulma di pinggir lahan dan saluran irigasi — terutama gulma padi liar dan rumput berbunga yang jadi refugi walang sangit di luar musim padi.

Gropyokan pagi: Di lahan kecil, pengusiran massal walang sangit di pagi hari (saat mereka aktif di malai) dengan jarring atau sapu bisa efektif menurunkan populasi. Dilakukan sebelum pukul 09.00.

Insektisida: Karbofuran granul (diaplikasikan ke perairan sawah), fipronil, atau malathion. Semprot pagi hari saat walang sangit aktif di malai. Ambang ekonomi: 0.5-1 ekor per rumpun selama fase pengisian biji.

Diagnosa Masalah Tanaman dengan AgriAgent

AgriAgent AI

Foto kondisi tanaman, AgriAgent identifikasi hama atau penyakit dalam detik — rekomendasi pengendalian langsung di HP.

Download AgriAgent Gratis

FAQ

Apakah walang sangit bisa menyerang tanaman selain padi?
Ya. Walang sangit adalah hama poliphaga yang bisa menyerang jagung (saat fase susu), sorgum, dan beberapa sereal lain. Di padi, mereka spesialis malai — tapi di luar musim padi mereka survive di inang alternatif berupa gulma dan tanaman berbunga.

Kapan waktu terbaik untuk semprot insektisida walang sangit?
Pagi hari antara pukul 06.00-09.00 saat walang sangit paling aktif di malai dan lebih mudah terekspos insektisida. Semprot siang hari saat mereka bersembunyi jauh kurang efektif.

Apakah bau walang sangit bisa dipakai untuk identifikasi?
Ya, tapi tidak perlu memancingnya keluar. Kalau kamu menggoyang malai dan tercium bau yang sangat menyengat seperti bau tengik — ada walang sangit di sana. Bau ini adalah mekanisme pertahanan yang dihasilkan saat mereka merasa terancam.

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email