Ulat Grayak (Spodoptera litura): Hama Rakus yang Menyerang Padi, Jagung, Cabai, dan Kedelai

Ulat Grayak (Spodoptera litura): Hama Rakus yang Menyerang Padi, Jagung, Cabai, dan Kedelai

Ulat grayak punya keistimewaan yang tidak menyenangkan: mereka menyerang hampir semua tanaman pertanian penting di Indonesia. Padi, jagung, cabai, kedelai, bawang – semua bisa jadi korban. Dan mereka menyerang dalam jumlah besar, serempak, dalam waktu singkat.

Namanya “grayak” dalam bahasa Jawa artinya bergerak atau menyerang secara massal. Nama yang tepat untuk hama yang kalau sudah datang, bisa menghabiskan hamparan dalam satu malam.

Mengenal Ulat Grayak: Lebih dari Sekadar Ulat Biasa

Spodoptera litura adalah ngengat yang larvanya dikenal sebagai ulat grayak. Di Indonesia ada dua spesies yang sering menjadi masalah: S. litura (ulat grayak biasa) dan S. frugiperda (fall armyworm, FAW) yang sejak 2019 masuk dan menyerang jagung di Sulawesi, Sumatera, dan Jawa.

Aspek S. litura (Ulat Grayak Biasa) S. frugiperda (Fall Armyworm)
Tanaman inang utama Hampir semua – kedelai, bawang, cabai, tembakau, padi Jagung (utama), sorgum, padi
Ciri khas larva Tubuh abu-abu kecoklatan, garis kuning di sisi tubuh, kepala hitam Tanda Y terbalik di kepala, spot persegi di punggung segmen ke-8
Perilaku Makan malam hari, siang di permukaan tanah/pangkal tanaman Bersembunyi di dalam pucuk tanaman jagung
Sumber Endemik Indonesia Invasif dari Amerika, masuk 2019

Siklus Hidup Ulat Grayak (S. litura)

3-5 harifase telur – telur berkelompok 100-300 butir, ditutup rambut coklat
20-30 harifase larva (6 instar) – fase yang merusak tanaman
10-12 harifase pupa di dalam tanah – tidak bisa disentuh insektisida
5-10 harifase dewasa – ngengat bisa terbang jauh dan bertelur ratusan butir

Gejala Serangan dan Cara Monitoring

Di fase larva awal (instar 1-2), kerusakan tampak sebagai daun yang transparan atau “jendela” – epidermis atas daun masih ada tapi jaringan dalam sudah dimakan. Di fase ini satu kelompok telur menghasilkan puluhan ulat yang makan bersama di satu daun.

Mulai instar 3, ulat mulai menyebar dan pindah ke daun lain. Kerusakan berupa lubang-lubang tidak beraturan. Di instar 5-6, satu ekor ulat bisa menghabiskan seluruh daun dalam semalam.

Cara monitoring: periksa bagian bawah daun untuk kelompok telur (mirip kapas coklat kecil). Pada pagi hari, cek pangkal tanaman dan permukaan tanah di sekitar tanaman – ulat bersembunyi di sini siang hari. Pasang feromon trap (seks feromon Spodoptera) untuk memantau populasi ngengat dewasa.

Pengendalian: Pendekatan Terpadu yang Benar

Pengendalian mekanis (efektif untuk skala kecil): Kumpulkan ulat secara manual pada malam hari. Satu petani bisa kumpulkan 200-300 ekor per jam di serangan awal. Hancurkan kelompok telur yang ditemukan di bawah daun. Bajak tanah setelah panen untuk memindahkan pupa ke permukaan agar mati terkena panas.

Pengendalian biologis: Bacillus thuringiensis var. kurstaki (Btk) adalah pilihan terbaik – efektif membunuh larva kecil, aman untuk musuh alami dan lingkungan. Nuclear Polyhedrosis Virus (NPV) juga tersedia dan sangat efektif untuk populasi tinggi.

Pengendalian kimia (kalau diperlukan): Emamektin benzoat, Klorantraniliprol (Coragen/Ferterra), atau Indoksakarb adalah bahan aktif yang efektif. Semprot malam hari (saat ulat aktif) untuk hasil terbaik. Fokus semprot ke pangkal tanaman dan permukaan tanah, bukan hanya daun.

Bahan Aktif Efektivitas Dosis Catatan
Emamektin benzoat Sangat tinggi untuk semua instar 0.5-1 g/L Pilihan utama untuk serangan berat
Klorantraniliprol Sangat tinggi, sistemik 0.5 ml/L Efektif bahkan untuk instar besar, aman untuk lebah
Bacillus thuringiensis Tinggi untuk instar kecil 2-4 g/L Pilihan biologis, aman lingkungan
Metomil Tinggi, kontak cepat 1-2 ml/L Toksisitas tinggi, pakai APD lengkap

Monitoring ulat grayak di lapangan bersama PPL

Identifikasi Jenis Ulat dari Foto

Ulat grayak biasa atau fall armyworm? Foto dan upload ke AgriAgent untuk identifikasi cepat beserta rekomendasi insektisida yang tepat untuk spesies yang ditemukan.

Download AgriAgent

Artikel terkait:
Penggerek Batang Padi: Identifikasi dan Pengendalian |
Cara Buat Pestisida Nabati

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email