Bercak Daun Cabai: Identifikasi Antraknosa, Bercak Cercospora, dan Cara Mengatasinya
Bercak di daun cabai adalah gejala yang paling sering salah diidentifikasi — dan salah diobati. Antraknosa, Cercospora capsici, dan Alternaria alternata semua menghasilkan bercak di daun, tapi karakternya berbeda dan fungisida yang efektif untuk satu tidak selalu sama untuk yang lain.
Tiga Penyakit Bercak Daun Cabai yang Paling Umum
1. Antraknosa Daun (Colletotrichum capsici)
Lesi bulat atau oval, bagian tengah cokelat muda sampai abu-abu, pinggiran cokelat gelap. Yang membedakan antraknosa: pada kondisi lembab, muncul titik-titik merah muda atau oranye di tengah lesi — ini massa konidia (spora) jamur yang khas untuk Colletotrichum.
Di buah cabai, antraknosa lebih dikenal sebagai penyakit “patek” — buah membusuk dengan lesi melingkar yang khas. Di daun, sering diabaikan tapi bisa melemahkan tanaman secara signifikan.
2. Bercak Daun Cercospora (Cercospora capsici)
Lesi lebih kecil dan lebih bulat dari antraknosa, dengan halo kuning yang lebar dan mencolok di sekeliling lesi cokelat pucat. Sering ada titik hitam kecil di tengah lesi (tubuh buah jamur). Menyerang daun tua lebih dulu, kemudian menyebar ke daun lebih muda.
Ini penyakit yang sering menyebabkan defoliasi parah — daun rontok massal meninggalkan cabang gundul.
3. Bercak Alternaria (Alternaria alternata)
Lesi cokelat tua dengan lingkaran konsentris yang samar — mirip Early Blight tomat tapi biasanya lebih kecil. Sering muncul di tepi daun atau di area yang sudah melemah karena stres lain. Lebih sering sebagai patogen sekunder yang menyerang setelah antraknosa atau stres.
| Ciri | Antraknosa | Cercospora | Alternaria |
|---|---|---|---|
| Ukuran lesi | Bervariasi, bisa besar | Kecil-sedang | Sedang |
| Halo kuning | Kadang | Lebar dan jelas | Jarang |
| Ciri khas | Titik oranye/merah muda saat lembab | Halo kuning lebar + titik hitam | Lingkaran konsentris samar |
| Mulai dari | Daun mana saja | Daun tua dulu | Tepi daun atau area stres |
| Fungisida efektif | Mankozeb, klorotalonil, azoksistrobin | Triazol (propikonazol, difenokonazol) | Mankozeb, triazol |
Faktor Risiko dan Pencegahan
Ketiga penyakit ini berkembang pesat di kelembaban tinggi dan suhu 20-30°C — kondisi khas kebun cabai di musim hujan. Faktor yang meningkatkan risiko: jarak tanam terlalu rapat, penyiraman overhead yang membasahi daun, drainase buruk, dan tanaman yang sudah stres karena faktor lain.
Pencegahan: jarak tanam 60-70cm, penyiraman di pangkal (bukan overhead), mulsa untuk mengurangi percikan tanah ke daun, dan sanitasi daun bergejala.
Pengendalian
Untuk antraknosa: Mankozeb atau klorotalonil sebagai protektan. Azoksistrobin atau difenokonazol untuk kuratif. Semprot sebelum musim hujan dimulai sebagai preventif.
Untuk Cercospora: Triazol (propikonazol, tebukonazol, difenokonazol) lebih efektif dari mankozeb. Semprot saat gejala pertama muncul — setelah defoliasi massal, sudah terlambat.
Untuk keduanya: Campuran mankozeb + triazol memberikan spektrum yang lebih luas dan cocok kalau tidak yakin mana yang dominan.
Diagnosa Masalah Tanaman dengan AgriAgent

Foto kondisi tanaman, AgriAgent identifikasi hama atau penyakit dalam detik — rekomendasi pengendalian langsung di HP.
FAQ
Apakah bercak daun cabai bisa menular ke buah?
Antraknosa Colletotrichum bisa menyerang daun DAN buah. Buah yang terinfeksi adalah sumber spora yang bisa menyebar ke daun dan buah lain. Penting untuk mengendalikan antraknosa di daun sejak dini sebelum menyebar ke buah.
Kapan waktu terbaik untuk semprot fungisida pada cabai?
Semprot pagi hari setelah embun mengering tapi sebelum panas terik (07.00-10.00). Ini memaksimalkan adhesion pestisida ke daun dan meminimalkan penguapan. Jangan semprot saat angin kencang atau menjelang hujan.
Apakah ada varietas cabai yang tahan bercak daun?
Beberapa varietas hibrida modern diklaim lebih toleran terhadap Colletotrichum dan Cercospora, tapi tidak ada yang benar-benar imun. Manajemen budidaya (jarak tanam, drainase, fungisida) tetap diperlukan bahkan untuk varietas yang diklaim toleran.