Dosis Pupuk NPK untuk Padi: Berapa yang Tepat per Hektare?
Pertanyaan yang hampir pasti ditanyakan setiap petani baru: “Berapa dosis pupuk NPK untuk padi saya?” Jawabannya tidak sesederhana satu angka – karena dosis optimal sangat dipengaruhi kondisi tanah, target hasil, varietas, dan fase pertumbuhan. Tapi ada panduan berbasis data yang bisa menjadi titik awal yang sangat berguna.
Kebutuhan NPK Padi Sawah: Baseline Nasional

Rekomendasi umum Kementerian Pertanian untuk padi sawah irigasi dengan target 6 ton GKG/ha: Urea 200-250 kg/ha + SP-36 75-100 kg/ha + KCl 50-75 kg/ha. Atau ekivalen menggunakan NPK 15-15-15 sekitar 300-400 kg/ha + tambahan urea sesuai fase.
Tapi ini adalah baseline – bukan dosis yang pas untuk semua lahan. Tanah yang sudah kaya P dari pemupukan bertahun-tahun tidak butuh P sebanyak tanah yang baru dibuka. Lahan dengan jerami selalu dibakar butuh K lebih dari lahan yang jeraminya dibenamkan. Varietas hibrida dengan potensi hasil 9-10 ton/ha butuh N lebih dari varietas inbrida yang targetnya 6 ton/ha.
Jadwal Pemupukan NPK Padi yang Direkomendasikan

Aplikasi 1 – Basal (1-7 HST): Seluruh dosis P (SP-36 atau TSP), 25% dosis K (KCl), dan 25% dosis N (urea). Tujuan: menyediakan P dan K fondasi sejak awal, dan N awal untuk dorong pertumbuhan vegetatif. P diaplikasikan sekaligus karena tidak perlu dibagi – P tidak mobile dan cocok sebagai pupuk dasar.
Aplikasi 2 – Anakan Aktif (21-28 HST): 40% dosis N + 50% dosis K. Fase kritis pembentukan anakan yang menentukan jumlah malai. N mendorong anakan maksimal, K mulai berperan untuk ketahanan dan kualitas batang.
Aplikasi 3 – Primordia (35-45 HST): Sisa 35% N + sisa 25% K. N terakhir untuk memastikan pengisian malai optimal. Jangan berikan N setelah primordia karena bisa memperpanjang fase vegetatif dan menunda pembungaan.
Penyesuaian Dosis Berdasarkan Kondisi
Kurangi dosis N 20-30% jika: tanah sawah berlumpur gelap (kaya bahan organik), ada riwayat kacang-kacangan sebagai tanaman sebelumnya, atau tanaman terlihat terlalu hijau gelap di fase vegetatif awal (gejala kelebihan N).
Tingkatkan dosis N 20-30% jika: varietas hibrida dengan target hasil > 8 ton/ha, tanah sawah berwarna kuning-cokelat (miskin organik), atau ada gejala klorosis di daun tua di fase vegetatif.
Kelola Pemupukan Padi Lebih Cerdas dengan AgriAgent

AgriAgent membantu petani Indonesia bertani lebih efisien dengan rekomendasi berbasis data – kalender tanam AI, diagnosa hama, dan panduan pemupukan untuk lahanmu.
Panduan lengkap: Unsur Hara Makro: Fungsi, Jenis, dan Dosis untuk Tanaman Padi.
Artikel terkait:
- Unsur Hara Makro: Fungsi, Jenis, dan Dosis untuk Tanaman Padi ← Panduan Utama
- Nitrogen untuk Tanaman: Fungsi, Kebutuhan, dan Strategi Pemupukan N
- Fosfor dalam Pertanian: Fungsi, Ketersediaan, dan Cara Pemupukan P
- Kalium (K) dalam Pertanian: Fungsi Lengkap dan Panduan Pemupukan
- NPK Adalah: Panduan Lengkap Pupuk Majemuk untuk Petani Indonesia
- Kalsium dan Magnesium untuk Tanaman: Fungsi dan Cara Memenuhinya
- Sulfur dalam Pertanian: Fungsi, Gejala Kekurangan, dan Sumber Pupuk