Hama Wereng Cokelat di Jawa Tengah: Kondisi Terkini dan Cara Penanganan
Jawa Tengah adalah salah satu lumbung padi terbesar Indonesia, dengan sentra produksi utama di Demak, Pati, Kudus, Grobogan, Brebes, dan Banyumas. Dan seperti seluruh sentra padi di Indonesia, petani di wilayah ini tidak pernah benar-benar lepas dari ancaman wereng cokelat.
Yang membuat situasi wereng di Jawa Tengah unik dibanding daerah lain adalah kombinasi sistem irigasi yang sangat intensif dengan pola tanam yang sering tidak serentak antar petak dan antar desa. Kondisi ini menciptakan “jembatan hijau” sepanjang tahun yang memungkinkan wereng bermigrasi dan berkembang biak hampir tanpa henti.
Pola Serangan Wereng di Jawa Tengah

Berdasarkan data monitoring dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Jawa Tengah, puncak serangan wereng cokelat di wilayah ini umumnya terjadi dua kali setahun: pertama pada periode Januari-Maret yang bertepatan dengan puncak musim hujan dan musim tanam pertama, dan kedua pada periode Juli-September di musim tanam kedua.
Wilayah dengan riwayat serangan wereng paling konsisten di Jawa Tengah antara lain Demak, Grobogan, dan Pati di pesisir utara, serta Banyumas dan Cilacap di selatan. Kondisi lahan sawah irigasi teknis dengan genangan permanen yang menjadi keunggulan pertanian di wilayah ini paradoksnya juga menciptakan kondisi ideal untuk perkembangbiakan wereng.
Biotipe Wereng yang Dominan
Wereng cokelat bukan satu entitas seragam – ada beberapa biotipe yang berbeda secara genetik dan punya tingkat virulensi berbeda terhadap varietas padi yang berbeda. Di Jawa Tengah, biotipe 3 adalah yang paling dominan saat ini, setelah menggeser dominasi biotipe 1 dan 2 yang lebih mudah dikendalikan oleh varietas lama.
Implikasi praktisnya: varietas padi yang dulu tahan wereng di daerahmu mungkin sudah tidak efektif lagi karena biotipe yang berubah. Ini alasan mengapa Inpari 32 dan Inpari 33 yang dikembangkan untuk ketahanan terhadap biotipe 3 menjadi rekomendasi prioritas untuk penanaman di Jawa Tengah saat ini.
Program Pengendalian yang Berlaku di Jawa Tengah
Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah memiliki program Brigade Proteksi Tanaman yang siap memberikan bantuan penanganan darurat saat serangan wereng melebihi kapasitas pengendalian kelompok tani. Petani yang mengalami serangan bisa melapor ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan setempat untuk mendapatkan asistensi teknis dan akses ke bantuan pestisida dalam kondisi darurat.
Program Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang dijalankan oleh BPTPH Jawa Tengah juga menyediakan pelatihan monitoring dan identifikasi hama yang bisa diakses oleh kelompok tani. Ikut pelatihan ini sangat disarankan terutama untuk petani yang baru mulai atau yang selama ini belum menjalankan monitoring secara sistematis.
Tips Spesifik untuk Petani Jawa Tengah

Koordinasikan waktu tanam dengan kelompok tani dan tetangga – tanam serentak dalam radius yang luas sangat efektif memutus siklus hidup wereng karena tidak ada tanaman muda yang terus tersedia untuk menjadi inang.
Perhatikan laporan BBPOPT (Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan) Jatisari yang secara rutin mengeluarkan prakiraan risiko serangan hama termasuk wereng untuk wilayah Jawa Tengah. Informasi ini sangat berguna untuk antisipasi lebih awal sebelum musim tanam dimulai.
Pantau Hama Wereng di Sawahmu dengan AgriAgent
Alarm hama AI AgriAgent memberi notifikasi dini sebelum wereng berkembang parah – langsung ke HP-mu.
Baca panduan lengkap: Hama Wereng Cokelat: Cara Mengenali, Mencegah, dan Membasminya Sebelum Terlambat.