Hewan Wereng: Kenali 3 Spesies Utama, Cara Hidup, dan Mengapa Berbahaya untuk Padi
Wereng hidup di tempat yang paling tidak sering diperiksa petani: pangkal batang padi, di balik pelepah daun, dekat permukaan air. Mereka kecil, berwarna cokelat atau hijau, dan diam sampai kamu mendekati tanaman — baru berhamburan turun ke air.
Tapi kerusakannya tidak tersembunyi. Hopperburn — gejala padi mengering seperti terbakar dari satu titik menyebar meluas — adalah tanda serangan wereng yang sudah parah. Dan pada saat itu, populasi sudah ratusan ekor per rumpun.
Tiga Spesies Wereng yang Paling Penting
Wereng Cokelat (Nilaparvata lugens) — Paling Berbahaya
Panjang 3-4mm, cokelat keabuan, sayap berbeda: ada yang bersayap pendek (makroptera) dan panjang (brachyptera). Yang bersayap pendek tidak bisa terbang jauh tapi lebih banyak bertelur. Yang bersayap panjang adalah yang menyebar ke lahan lain.
Menyerang dengan dua cara: menghisap cairan floem secara langsung, dan menularkan virus Grassy Stunt dan Ragged Stunt yang tidak bisa disembuhkan.
Ambang ekonomi: 10 ekor per rumpun fase vegetatif, 20 ekor per rumpun fase generatif.
Wereng Hijau (Nephotettix virescens) — Vektor Tungro
Panjang 4-5mm, hijau terang dengan kepala segitiga yang khas. Kerusakan langsung dari hisapan relatif lebih rendah dari wereng cokelat, tapi bahaya utamanya adalah sebagai vektor virus Tungro — salah satu penyakit virus padi paling merusak.
Satu wereng hijau yang sudah mengandung virus bisa menularkan Tungro ke beberapa tanaman dalam satu pergerakan.
Wereng Punggung Putih (Sogatella furcifera)
Panjang 3-4mm, ada garis putih memanjang di punggung — ini ciri khas yang membedakannya dari wereng cokelat. Serangan lebih sering di musim hujan dan di dataran tinggi. Juga vektor virus padi.
| Ciri | Wereng Cokelat | Wereng Hijau | Wereng Punggung Putih |
|---|---|---|---|
| Warna | Cokelat keabuan | Hijau terang | Cokelat + garis putih punggung |
| Ukuran | 3-4mm | 4-5mm | 3-4mm |
| Kepala | Bulat | Segitiga meruncing | Bulat |
| Bahaya utama | Hopperburn + Grassy Stunt | Vektor Tungro | Hopperburn + virus padi |
| Insektisida | Buprofezin, imidakloprid | Imidakloprid, karbosulfan | Buprofezin, fipronil |
Mengapa Populasi Wereng Bisa Meledak
Tiga faktor yang paling sering memicu ledakan wereng: varietas yang rentan (IR64, Ciherang di beberapa daerah sudah punya populasi wereng yang adaptif), penggunaan insektisida piretroid yang justru membunuh musuh alami wereng (laba-laba, kumbang predator, capung) tapi wereng berkembang resistensi lebih cepat, dan tanam tidak serempak di satu hamparan yang membuat ada “jembatan” populasi antar lahan.
Pengendalian
Drainase petak sebelum semprot untuk memaksa wereng naik ke bagian atas tanaman — lebih terjangkau semprot. Semprot ke pangkal batang, bukan ke pucuk.
Buprofezin (mengganggu molting nimfa), imidakloprid sistemik, atau fipronil granul yang diaplikasikan ke air sawah. Hindari piretroid — membunuh musuh alami dan wereng punya resistensi tinggi terhadap kelas ini.
Varietas tahan: Inpari 13, Inpari 32, Inpari 42 punya ketahanan wereng yang lebih baik dari Ciherang dan IR64.
Diagnosa Masalah Tanaman dengan AgriAgent

Foto kondisi tanaman, AgriAgent identifikasi hama atau penyakit dalam detik — rekomendasi pengendalian langsung di HP.
FAQ
Apa bedanya wereng cokelat dan wereng hijau?
Warna dan kepala. Wereng cokelat: cokelat keabuan, kepala bulat. Wereng hijau: hijau terang, kepala segitiga meruncing. Keduanya menyerang padi tapi dengan mekanisme yang berbeda: wereng cokelat menyebabkan hopperburn, wereng hijau adalah vektor utama virus Tungro.
Mengapa semprot insektisida tapi wereng malah makin banyak?
Kemungkinan besar kamu menyemprot insektisida piretroid (lambda-sihalotrin, sipermetrin, deltametrin) yang membunuh predator alami wereng jauh lebih efektif dari wereng itu sendiri. Tanpa predator, wereng berkembang biak bebas. Ganti ke buprofezin, imidakloprid, atau fipronil yang lebih selektif.
Berapa jarak terbang wereng cokelat bersayap panjang?
Wereng makroptera (bersayap panjang) bisa terbang puluhan kilometer dengan bantuan angin — ini yang membuat outbreak wereng bisa terjadi serentak di wilayah yang luas. Tapi kebanyakan populasi di satu lahan berkembang dari wereng yang sudah ada di sana, bukan yang terbang dari jauh.