Kekurangan Boron pada Tanaman: Kenapa Bunga Rontok dan Cara Mengatasinya

Kekurangan Boron pada Tanaman: Kenapa Bunga Rontok dan Cara Mengatasinya

Petani cabai dan tomat yang sering mengalami bunga rontok masif padahal kondisi cuaca baik dan tidak ada serangan hama perlu mempertimbangkan satu penyebab yang sering diabaikan: kekurangan boron. Boron punya peran yang sangat kritis dalam reproduksi tanaman – dan defisiensinya hampir selalu pertama kali terlihat di bunga, bukan di daun.

Mengapa Boron Kritis untuk Pembungaan

Peran boron dalam pembungaan dan pembuahan tanaman

Boron diperlukan untuk: perkecambahan serbuk sari di permukaan putik, pertumbuhan tabung serbuk sari yang harus menembus jaringan mahkota sampai ke ovarium, pembentukan dinding sel jaringan muda di ovarium dan embrio yang berkembang, dan transportasi gula yang dibutuhkan sebagai energi untuk proses reproduksi.

Kekurangan B mengganggu semua tahapan ini. Serbuk sari mungkin terbentuk tapi tidak bisa berkecambah. Atau berkecambah tapi tabung serbuk sari tumbuh sangat lambat dan abnormal. Hasilnya: bunga tidak terserbuki, rontok sebelum buah terbentuk, atau buah terbentuk tapi kecil dan abnormal.

Gejala Kekurangan Boron per Komoditas

Cabai dan tomat: Bunga rontok masif terutama di musim kering panas. Buah yang terbentuk kecil, bentuk abnormal, dan daging buah bisa memperlihatkan jaringan gabus. Daun muda kecil dan tebal dengan tekstur seperti kulit.

Padi: Defisiensi B di padi relatif jarang tapi bisa mengurangi persentase pengisian biji dan menyebabkan malai terbentuk tidak sempurna. Paling sering di tanah sangat masam atau sangat alkalin.

Bawang merah: Umbi retak, lapisan dalam berwarna cokelat dan bersifat seperti gabus. Daun muda mengalami die-back dari ujung. Di kondisi parah, tanaman berhenti membentuk umbi.

Gejala kekurangan boron pada cabai tomat dan bawang

Penanganan Kekurangan Boron

Perhatian khusus: Boron punya rentang toksisitas yang sangat sempit – dosis efektif dan dosis toksik tidak berbeda jauh. Jangan berlebihan dalam aplikasi. Lebih baik sering dengan dosis kecil daripada sekali dengan dosis besar.

Pupuk daun boraks atau asam borat: Semprotkan larutan boraks 1-2 g/liter atau asam borat 0,5-1 g/liter mulai saat tanaman mulai berbunga. Ulangi setiap 10-14 hari selama fase pembungaan. Ini cara paling efektif dan paling aman dosisnya.

Aplikasi tanah (sekali musim): Boraks 5-10 kg/ha untuk tanah yang benar-benar defisien B. Campurkan merata dengan pupuk dasar dan pastikan distribusi homogen karena hotspot B yang terlalu tinggi bisa toksik.

Kelola Nutrisi Tanaman Lebih Cerdas dengan AgriAgent

AgriAgent

AgriAgent membantu petani Indonesia bertani lebih efisien dengan data – kalender tanam AI, diagnosa hama, dan rekomendasi pemupukan berbasis kondisi lahanmu.

Download AgriAgent Gratis

Kembali ke panduan utama: Unsur Hara Mikro: Peran Tersembunyi yang Sering Dilupakan Petani.

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email