Kekurangan Zink pada Padi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Di antara semua masalah nutrisi mikro yang menyerang tanaman padi di Indonesia, defisiensi zink adalah yang paling sering terjadi dan paling signifikan dampaknya terhadap produktivitas. IRRI (International Rice Research Institute) memperkirakan lebih dari 40% lahan sawah di Asia Tenggara mengalami defisiensi Zn – dan banyak yang tidak pernah terdiagnosa karena gejalanya sering disalahartikan.
Mengapa Defisiensi Zink Sangat Umum di Sawah?

Sawah yang tergenang menciptakan kondisi kimia yang sangat spesifik. Kondisi anaerob dari penggenangan menyebabkan: pH tanah naik (dari reaksi reduksi yang menghasilkan OH⁻), bahan organik terlarut yang bisa membentuk kompleks tidak larut dengan Zn, pengendapan Zn oleh bahan organik terlarut, dan kenaikan pH yang langsung mengurangi kelarutan Zn sulfida.
Faktor lain yang memperparah: pemberian P berlebihan yang mengantagonisme Zn, tanah alkalin atau berkapur, pengambilan Zn terus-menerus oleh tanaman tanpa pengembalian, dan lahan gambut yang secara alami miskin Zn.
Gejala Defisiensi Zink pada Padi

Di padi, defisiensi Zn sering disebut “kresek” atau “harsha”. Gejala khas: daun muda berukuran kecil dengan klorosis interveinal (kuning di antara tulang daun, tulang daun tetap hijau). Muncul 2-4 minggu setelah tanam pindah. Anakan sangat sedikit karena pertumbuhan terhambat. Pada defisiensi berat: seluruh daun muda berwarna kuning-oranye dan tanaman hampir tidak berkembang sama sekali.
Cara membedakan dari penyakit bakteri (HDB) dan blast yang gejalanya mirip: defisiensi Zn biasanya muncul seragam di banyak rumpun secara bersamaan (pola difus), sementara HDB dan blast biasanya mulai dari satu titik dan menyebar. Periksa juga kondisi tanah dan riwayat lahan.
Penanganan dan Pencegahan
Koreksi darurat (gejala sudah terlihat): Semprotkan larutan ZnSO₄ 3 g/liter sebagai pupuk daun. Respons terlihat dalam 5-7 hari. Bisa diulang 2-3 kali dengan interval seminggu.
Aplikasi pupuk tanah (preventif): 10-25 kg ZnSO₄/ha sebagai pupuk dasar saat tanam. Campurkan merata dengan pupuk basal lain. Di lahan dengan riwayat defisiensi konsisten: ulangi setiap 2-3 musim tanam.
Strategi jangka panjang: Tingkatkan bahan organik tanah – kompos dan pupuk kandang sangat efektif mempertahankan ketersediaan Zn. Hindari pemberian P berlebihan. Pertimbangkan irigasi berselang untuk mengurangi kondisi anaerob yang memperparah defisiensi Zn.
Kelola Nutrisi Tanaman Lebih Cerdas dengan AgriAgent

AgriAgent membantu petani Indonesia bertani lebih efisien dengan data – kalender tanam AI, diagnosa hama, dan rekomendasi pemupukan berbasis kondisi lahanmu.
Kembali ke panduan utama: Unsur Hara Mikro: Peran Tersembunyi yang Sering Dilupakan Petani.
Artikel terkait:
- Unsur Hara Mikro: Peran Tersembunyi yang Sering Dilupakan Petani ← Panduan Utama
- Fungsi Unsur Hara Mikro pada Tanaman: Panduan Lengkap per Unsur
- Contoh Unsur Hara Mikro dan Sumber Alaminya di Tanah dan Pupuk
- Kekurangan Boron pada Tanaman: Kenapa Bunga Rontok dan Cara Mengatasinya
- Pupuk Unsur Mikro: Jenis, Dosis, dan Cara Aplikasi yang Tepat
- Cara Mengatasi Kekurangan Besi (Fe) pada Tanaman