Keracunan Besi pada Padi di Lahan Gambut: Gejala dan Cara Mengatasinya
Di antara semua masalah nutrisi yang dihadapi petani padi, keracunan besi adalah salah satu yang paling membingungkan – karena gejalanya mirip kekurangan hara, tapi solusinya justru berlawanan: masalahnya bukan kekurangan, tapi kelebihan zat besi yang tersedia. Memahami perbedaan ini kritis untuk tidak salah dalam penanganan.
Mengapa Keracunan Besi Terjadi?

Di kondisi normal (tanah aerob), besi ada dalam bentuk Fe3+ (ferri) yang tidak larut dan tidak bisa diserap tanaman dalam jumlah besar. Tapi di sawah yang tergenang (kondisi anaerob/reduktif), Fe3+ direduksi menjadi Fe2+ (ferro) yang sangat larut. Di lahan gambut atau lahan dengan lapisan pirit (FeS2) yang teroksidasi, konsentrasi Fe2+ bisa mencapai level yang toksik bagi tanaman.
Ini kenapa keracunan besi sangat umum di: lahan pasang surut Sumatera Selatan, Kalimantan, dan Riau; sawah dengan pH sangat rendah (<5); lahan gambut; dan tanah yang mengandung banyak besi total.
Membedakan Keracunan Besi dari Kekurangan Hara Lain
Banyak petani salah diagnosa keracunan Fe sebagai kekurangan hara lain karena gejalanya mirip. Ciri khas keracunan Fe yang membedakannya:
Bintik cokelat/oranye di daun: Daun tua menunjukkan bintik-bintik cokelat atau oranye yang khas, dimulai dari ujung dan tepi, kemudian menyebar ke seluruh daun. Warna oranye kecokelatan ini khas dan berbeda dari klorosis kuning defisiensi N atau ungu kemerahan defisiensi P.
Akar berwarna cokelat-oranye: Akar tanaman yang keracunan Fe sering berwarna cokelat oranye dari endapan besi hidroksida di permukaan akar. Ini bisa diperiksa dengan mencabut sedikit tanaman dan melihat warna akar.
Kondisi lahan: Air sawah berwarna kuning-oranye kecokelatan, terutama di sekitar sumber air masuk. Bau “tanah berkarat” yang khas.

Penanganan Keracunan Besi
Pengapuran: Menaikkan pH dengan kapur pertanian atau dolomit adalah solusi paling efektif jangka panjang. pH yang lebih tinggi mengembalikan Fe2+ ke Fe3+ yang tidak larut. Target pH minimal 5,5 untuk mengurangi toksisitas Fe secara signifikan.
Manajemen air: Irigasi berselang (tidak tergenang terus-menerus) mengurangi kondisi anaerob dan konsentrasi Fe2+ yang terlarut. Drainase periodik sangat efektif di lahan yang infrastruktur airnya memungkinkan.
Varietas toleran: Beberapa varietas Inpara yang dikembangkan khusus untuk lahan rawa punya toleransi lebih baik terhadap keracunan Fe dibanding varietas sawah irigasi biasa.
Silika (Si): Pemberian pupuk silikat atau abu sekam meningkatkan deposisi Si di jaringan akar yang membantu mengeksklusi Fe2+ berlebih.
Rekomendasi Pemupukan AI untuk Lahanmu

AgriAgent merekomendasikan dosis dan waktu pemupukan yang tepat berdasarkan kondisi aktual lahanmu.
Panduan lengkap: Unsur Hara: Pengertian, Fungsi, dan Panduan Lengkap untuk Petani.
Artikel terkait: