Sulfur dalam Pertanian: Fungsi, Gejala Kekurangan, dan Sumber Pupuk

Sulfur dalam Pertanian: Fungsi, Gejala Kekurangan, dan Sumber Pupuk

Sulfur adalah unsur hara yang paling sering “tiba-tiba defisien” di lahan yang sebelumnya tidak pernah ada masalah. Ini terjadi karena selama bertahun-tahun, pertanian konvensional tidak sengaja menyediakan S melalui pupuk ZA (mengandung 24% S) dan hujan asam dari polusi industri. Tapi seiring beralih ke pupuk urea murni dan lingkungan yang lebih bersih, defisiensi S semakin sering muncul.

Fungsi Sulfur dalam Tanaman

Fungsi sulfur dalam metabolisme protein dan tanaman

S adalah komponen asam amino sistein dan metionin – dua dari 20 asam amino standar yang membentuk semua protein. Ikatan disulfida (S-S) antara residu sistein adalah yang memberikan kekuatan dan bentuk tiga dimensi pada banyak protein struktural dan enzim. Tanpa S cukup, sintesis protein terganggu meski N tersedia banyak – N dan S harus tersedia dalam rasio yang seimbang.

S juga komponen koenzim A dan ferredoksin dalam metabolisme energi. Di tanaman Brassica (kubis, brokoli, kembang kol) dan Allium (bawang merah, bawang putih, bawang daun), S adalah sumber senyawa glukosinolat dan aliin – senyawa yang memberi aroma khas sekaligus memiliki sifat antimikroba yang melindungi tanaman dari patogen.

Gejala Kekurangan Sulfur

Gejala kekurangan sulfur pada tanaman vs kekurangan nitrogen

Kekurangan S sangat mudah disalahartikan sebagai kekurangan N karena keduanya menyebabkan klorosis (penguningan daun). Perbedaan kunci yang membedakannya: kekurangan N dimulai dari daun tua (N mobile), sedangkan kekurangan S dimulai dari daun muda (S tidak mobile). Di padi, kekurangan S menyebabkan daun muda menguning merata dan tanaman tumbuh lambat meski sudah diberi cukup N.

Di tanaman Brassica dan bawang, kekurangan S sangat khas: produksi aroma berkurang drastis karena senyawa S tidak terbentuk. Bawang putih yang S-defisien tidak punya aroma yang kuat. Kol yang S-defisien tidak punya rasa pedas yang khas.

Sumber Sulfur untuk Pemupukan

ZA (Zwavelzure Ammoniak, ammonium sulfat) mengandung 21% N dan 24% S – pupuk yang sangat baik untuk tanaman yang butuh banyak N dan S seperti bawang, kol, dan tebu. Jauh lebih baik dari urea untuk komoditas ini meski harganya sedikit lebih tinggi per unit N.

Gipsum pertanian (CaSO₄) menyediakan S tanpa N – cocok untuk tambahan S saja. Kieserit (MgSO₄) menyediakan S dan Mg sekaligus. Belerang elementil (S⁰) perlu dioksidasi dulu oleh bakteri tanah sebelum tersedia – lambat tapi murah dan persisten.

Kelola Pemupukan Lengkap Lebih Cerdas dengan AgriAgent

AgriAgent

AgriAgent membantu petani Indonesia bertani lebih efisien dengan rekomendasi berbasis data – kalender tanam AI, diagnosa hama, dan panduan pemupukan untuk lahanmu.

Download AgriAgent Gratis

Panduan lengkap: Unsur Hara Makro: Fungsi, Jenis, dan Dosis untuk Tanaman Padi.

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email