Tips Pemupukan Berimbang untuk Padi Organik

Tips Pemupukan Berimbang untuk Padi Organik

Bertani padi organik bukan berarti tidak perlu pupuk. Justru manajemen nutrisi di sistem organik harus lebih cermat karena sumber nutrisinya lebih beragam dan ketersediaannya lebih lambat dibanding pupuk kimia. Pemupukan berimbang adalah kuncinya.

Sumber Nitrogen Organik Terbaik

Pemupukan berimbang untuk padi organik

Pupuk Kandang Matang: Kotoran sapi atau kerbau yang sudah difermentasi minimal 3 bulan. Kandungan N sekitar 1-2%. Aplikasikan 2-3 ton/ha saat pengolahan lahan pertama.

Pupuk Hijau: Benamkan sisa tanaman legum sebelum tanam. Sesbania rostrata yang ditanam 4-6 minggu sebelum tanam padi bisa menyumbang setara 60-80 kg urea/ha.

Kompos Berkualitas: Mengandung N dalam bentuk yang dilepas perlahan, ideal untuk pertumbuhan padi yang berkelanjutan.

Sumber Fosfor dan Kalium Organik

Rock Phosphate: Batuan fosfat alam yang digiling halus. Pelepasannya lambat tapi cocok untuk sistem organik jangka panjang.

Abu Kayu: Sumber kalium organik yang sangat baik sekaligus meningkatkan pH tanah. Aplikasikan 500-1.000 kg/ha.

POC (Pupuk Organik Cair): Fermentasi dari limbah ternak atau tanaman kaya nutrisi. Aplikasikan setiap 2-3 minggu sebagai pupuk daun atau kocor.

Jadwal Pemupukan Organik Padi

Saat olah tanah (H-14): benamkan pupuk kandang 2 ton/ha dan pupuk hijau. Umur 7-14 HST: aplikasi POC pertama ke daun. Umur 21-28 HST: POC kedua plus kompos cair di area perakaran. Umur 40-45 HST: POC ketiga menjelang fase reproduktif, fokus pada kalium untuk memperkuat batang.

Terapkan Tips Ini Lebih Mudah dengan AgriAgent

Monitor lahan, catat kegiatan tani, dan dapatkan rekomendasi AI langsung dari ponselmu.

Download AgriAgent Gratis

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email

Tinggalkan komentar