Cerita Kelompok Tani Banyuwangi Adopsi AI AgriAgent

Cerita Kelompok Tani Banyuwangi Adopsi AI AgriAgent

Desa Glagahagung di Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur tidak berbeda jauh dari ratusan desa pertanian lainnya di Jawa. Sawah-sawah menghampar, petani bekerja keras, dan tantangan bertani dari tahun ke tahun masih kurang lebih sama: hama, penyakit, cuaca tidak menentu, dan harga yang sering tidak memihak.

Yang berbeda sekarang adalah bagaimana Kelompok Tani “Tani Maju” di desa ini menghadapi tantangan-tantangan itu.

Awal Adopsi: Skeptis dan Ragu

Kelompok tani Banyuwangi adopsi AI AgriAgent

“Waktu pertama kali penyuluh kami kenalkan AgriAgent, saya terus terang tidak yakin ini akan berguna,” kata Pak Slamet, ketua kelompok tani berusia 58 tahun yang sudah bertani lebih dari 30 tahun. “Pikiran saya: ini aplikasi buat anak muda yang melek teknologi, bukan buat kami yang biasa pegang cangkul.”

Tapi penyuluh pertanian setempat, Bu Ratna, tidak menyerah. Dia mengajak kelompok untuk mencoba hanya fitur pemantauan cuaca dan alert hama dulu – tidak perlu semua fitur sekaligus. “Bu Ratna bilang, coba dua bulan saja. Kalau tidak ada manfaatnya, ya sudah tidak usah dilanjutkan,” cerita Pak Slamet.

Momen yang Mengubah Segalanya

Enam minggu setelah mulai menggunakan AgriAgent, sistem mengirimkan alert tingkat merah untuk wereng cokelat di wilayah mereka. Pak Slamet awalnya mengabaikan karena tidak melihat tanda-tanda wereng yang jelas di sawahnya. Tapi Bu Ratna mendorong untuk memeriksa lebih teliti.

“Waktu saya periksa dengan benar, jongkok dan lihat pangkal batang, baru saya lihat koloni wereng kecil yang baru mulai. Kalau tidak ada alert itu, saya tidak akan periksa sepagi itu.” Tindakan cepat memungkinkan pengendalian dilakukan saat populasi wereng masih di bawah ambang ekonomi. Dua petak sawah anggota lain yang tidak periksa saat itu akhirnya kehilangan sekitar 30% hasil panennya dari serangan wereng yang sudah terlambat dikendalikan.

Setahun Kemudian

Kini hampir semua 34 anggota kelompok tani aktif menggunakan AgriAgent. Mereka membuat grup WhatsApp khusus untuk berbagi alert dan diagnosa dari aplikasi. “Sekarang kalau ada yang dapat alert dari AgriAgent, langsung dishare ke grup. Semua anggota bisa tahu dan langsung waspada bersamaan,” kata Pak Slamet yang kini menjadi advocate terkuat teknologi pertanian di desanya.

Bertani Lebih Cerdas dengan AgriAgent

Bergabung dengan komunitas petani Indonesia yang sudah merasakan manfaat teknologi pertanian. Download gratis.

Download AgriAgent Gratis

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email