Cara Membaca Hasil Uji Tanah dan Menentukan Kebutuhan Pupuk

Cara Membaca Hasil Uji Tanah dan Menentukan Kebutuhan Pupuk

Kamu sudah mengirim sampel tanah ke laboratorium dan sekarang memegang laporan berlembar-lembar angka dan simbol kimia. pH 5,2. N-total 0,15%. P-tersedia 8 ppm. K 0,18 cmol/kg. C-organik 1,2%. Apa artinya semua ini? Dan bagaimana cara mengubah angka-angka ini menjadi keputusan pemupukan yang konkret?

Parameter Kunci dalam Hasil Uji Tanah

Cara membaca laporan hasil uji tanah untuk pemupukan

pH Tanah: Ini parameter terpenting. pH menentukan ketersediaan hampir semua unsur hara. pH < 5,5 = masam, perlu pengapuran. pH 5,5-6,5 = agak masam, masih bisa dioptimalkan. pH 6,0-7,0 = optimal untuk sebagian besar tanaman. pH > 7,5 = alkalin, beberapa unsur mikro menjadi tidak tersedia.

N-total: Nitrogen total di tanah. Ini bukan N yang langsung tersedia untuk tanaman – hanya sebagian yang bisa termineralisasi dan diserap. N-total < 0,1% = sangat rendah; 0,1-0,2% = rendah; 0,2-0,5% = sedang; > 0,5% = tinggi.

P-tersedia (P Bray atau Olsen): Fosfor yang tersedia diserap tanaman, bukan total P. Lebih relevan dari P-total. P < 5 ppm = sangat rendah (butuh banyak pupuk P); 5-15 ppm = rendah; 15-25 ppm = sedang; > 25 ppm = tinggi (pupuk P bisa dikurangi).

K-tersedia: Kalium dapat ditukar, diukur dalam cmol/kg (atau me/100g tanah). K < 0,1 cmol/kg = sangat rendah; 0,1-0,3 = rendah; 0,3-0,5 = sedang; > 0,5 = tinggi.

C-organik: Kandungan bahan organik tanah. C-organik < 1% = sangat rendah (tanah sangat miskin organik); 1-2% = rendah; 2-3% = sedang; > 3% = tinggi. Makin tinggi C-organik, makin baik kapasitas tanah menahan hara dan air.

Mengkonversi Hasil Uji ke Rekomendasi Pemupukan

Mengkonversi hasil uji tanah menjadi dosis pupuk yang tepat

Cara paling praktis adalah menggunakan tabel rekomendasi pemupukan yang sudah dikembangkan oleh Balitbang Pertanian berdasarkan status hara tanah. Untuk padi sawah misalnya: jika P-tersedia rendah, dosis SP-36 rekomendasi 100 kg/ha; jika sedang, 75 kg/ha; jika tinggi, 50 kg/ha. Prinsip yang sama berlaku untuk N dan K.

Langkah 1: Baca pH tanah dan putuskan apakah perlu pengapuran. Kalau pH < 5,5, hitung dosis kapur yang dibutuhkan untuk menaikkan ke minimal 5,5 - biasanya 1-2 ton dolomit/ha untuk setiap satuan unit pH yang ingin dinaikkan.

Langkah 2: Klasifikasikan status N, P, K berdasarkan angka hasil lab (sangat rendah/rendah/sedang/tinggi).

Langkah 3: Gunakan tabel rekomendasi dari Kementan atau konsultasikan dengan penyuluh pertanian untuk menetapkan dosis pupuk yang sesuai status hara dan target produktivitas.

Langkah 4: Perhatikan C-organik. Kalau di bawah 2%, prioritaskan penambahan bahan organik (kompos atau pupuk kandang) 2-5 ton/ha sebagai investasi jangka panjang yang akan mengurangi kebutuhan pupuk kimia secara bertahap.

Rekomendasi Pemupukan AI untuk Lahanmu

AgriAgent

AgriAgent merekomendasikan dosis dan waktu pemupukan yang tepat berdasarkan kondisi aktual lahanmu.

Download AgriAgent Gratis

Panduan lengkap: Unsur Hara: Pengertian, Fungsi, dan Panduan Lengkap untuk Petani.

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email