Cara Mengatasi Penyakit Keriting Daun Cabai Sekali Kena

Cara Mengatasi Penyakit Keriting Daun Cabai Sekali Kena

Keriting daun cabai adalah salah satu masalah paling menjengkelkan yang bisa dihadapi petani cabai. Daun menggulung ke dalam, pertumbuhan tanaman terhenti, dan hasil panen bisa turun drastis. Yang bikin frustrasi: penyebabnya bisa bermacam-macam dan cara mengatasinya berbeda tergantung penyebab utamanya.

Kenali Dulu Penyebabnya

Cara mengatasi penyakit keriting daun cabai

Serangan Thrips: Ini penyebab paling umum. Thrips adalah serangga sangat kecil (0,5-1 mm) yang menghisap cairan sel daun muda. Daun yang diserang menggulung ke atas dengan tepi daun berwarna keperakan atau kecokelatan. Periksa dengan kaca pembesar di permukaan bawah daun muda.

Virus Kuning (Pepper Yellow Leaf Curl Virus): Ditularkan oleh kutu kebul (Bemisia tabaci). Daun tidak hanya keriting tapi juga menguning tidak merata, tanaman kerdil, dan tidak ada obatnya setelah terinfeksi. Satu-satunya solusi adalah cabut dan bakar tanaman terinfeksi sebelum menular ke tanaman sehat.

Tungau (Spider Mite): Serangan tungau menyebabkan daun keriting ke bawah dengan tampilan bronzing atau karat di permukaan daun bawah. Aktif di kondisi panas dan kering.

Defisiensi Kalsium atau Boron: Kekurangan Ca atau B bisa menyebabkan daun muda menggulung karena gangguan pembentukan dinding sel. Biasanya disertai gejala lain seperti ujung daun yang gosong atau bunga yang rontok berlebihan.

Cara Mengatasi per Penyebab

Thrips: Semprotkan insektisida berbahan aktif spinosad, abamektin, atau imidakloprid. Rotasi bahan aktif agar tidak terjadi resistensi. Tambahkan perangkap sticky trap kuning di sekitar tanaman untuk monitoring populasi.

Kutu Kebul (pencegahan virus): Pasang mulsa perak untuk mengusir kutu kebul yang tidak suka pantulan cahaya. Tanam di dekat refugia seperti kemangi yang mengundang musuh alami kutu kebul. Kalau sudah terkena virus, cabut dan bakar.

Tungau: Semprot dengan akarisida berbahan aktif abamektin atau propargit. Sirami tanaman lebih banyak karena tungau tidak suka kelembaban tinggi.

Defisiensi: Semprotkan pupuk daun yang mengandung kalsium dan boron. Perbaiki pH tanah karena di tanah asam kedua unsur ini sulit diserap.

Terapkan Tips Ini Lebih Mudah dengan AgriAgent

Monitor lahan, catat kegiatan tani, dan dapatkan rekomendasi AI dari ponselmu.

Download AgriAgent Gratis

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email

Tinggalkan komentar