Contoh Unsur Hara Mikro dan Sumber Alaminya di Tanah dan Pupuk

Contoh Unsur Hara Mikro dan Sumber Alaminya di Tanah dan Pupuk

Istilah “unsur mikro” sering membuat petani berpikir mereka harus membeli pupuk khusus yang mahal. Padahal banyak sumber unsur mikro yang sudah ada di sekitar kita – bahkan mungkin sudah ada di lahan sendiri – yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Sumber Alami Unsur Mikro di Tanah

Sumber alami unsur hara mikro di tanah

Tanah adalah reservoir unsur mikro yang luar biasa – sebagian besar batuan mengandung Fe, Mn, Zn, Cu dalam jumlah yang jauh melebihi kebutuhan tanaman. Masalahnya bukan “tidak ada” tapi “tidak tersedia” – terkunci dalam bentuk yang tidak bisa diserap akar. Ketersediaan ditentukan oleh pH, bahan organik, kondisi redoks, dan interaksi antar unsur.

Mineral tanah yang menjadi sumber alami unsur mikro: Feldspar dan biotit adalah sumber Fe, K, dan Mn. Pirit (FeS₂) adalah sumber Fe yang melimpah di lahan pasang surut dan gambut – tapi juga penyebab masalah keracunan Fe. Kaolinit dan illit mengandung Fe, Mn, Zn, dan Cu. Kalsedonit dan kuarsa mengandung jejak Cu dan Zn.

Bahan organik tanah adalah penyimpan dan pengatur tersedianya semua unsur mikro. Humat dan fulvat – senyawa organik kompleks hasil dekomposisi – membentuk kompleks dengan Fe, Mn, Zn, dan Cu yang mempertahankan ketersediaannya di rentang pH yang luas. Ini salah satu alasan terpenting mengapa tanah dengan bahan organik tinggi jarang mengalami defisiensi unsur mikro meski tidak pernah diberi pupuk mikro.

Contoh Sumber Pupuk Unsur Mikro

Contoh pupuk sumber unsur hara mikro

Zink (Zn): ZnSO₄·7H₂O (zinc sulfat, kandungan Zn 22-23%) adalah yang paling umum dan ekonomis. Zn-EDTA (khelat Zn) lebih efisien di pH tinggi karena lebih stabil. Dosis: 5-25 kg ZnSO₄/ha tergantung status Zn tanah.

Besi (Fe): FeSO₄·7H₂O (ferrous sulfat, Fe 19%) untuk aplikasi tanah di kondisi pH netral-masam. Fe-EDTA untuk tanah alkalin karena FeSO₄ cepat teroksidasi menjadi Fe(OH)₃ yang tidak tersedia di pH tinggi. Pupuk daun (foliar) Fe sangat efektif dan langsung diserap.

Boron (B): Boraks (Na₂B₄O₇·10H₂O, B 11%) adalah yang paling umum. Asam borat lebih larut. Solubor (Na₂B₈O₁₃·4H₂O) untuk pupuk daun. Hati-hati: rentang antara dosis efektif dan toksik boron sangat sempit – jangan berlebihan.

Mangan (Mn): MnSO₄·H₂O (manganese sulfat, Mn 27-32%). Pupuk daun MnSO₄ efektif untuk koreksi cepat. Mn-khelat untuk tanah alkalin.

Tembaga (Cu): CuSO₄·5H₂O (tembaga sulfat, Cu 25%). Tersedia di toko pertanian sebagai campuran pestisida (fungisida tembaga) yang sekaligus menyediakan Cu untuk tanaman.

Sumber Organik: Kompos dan Bahan Alami

Kompos dari berbagai bahan mengandung spektrum lengkap unsur mikro dalam konsentrasi yang tersedia secara biologis. Abu sekam padi kaya Si dan K, juga mengandung Zn, Mn, dan Fe. Abu kayu adalah sumber B dan K yang baik. Pupuk kandang terutama dari unggas mengandung Zn dan Cu yang cukup tinggi karena mineral ini ditambahkan ke pakan ternak. Tepung tulang mengandung Ca, P, dan juga trace mineral termasuk Zn dan Mn.

Kelola Unsur Mikro Lebih Cerdas dengan AgriAgent

AgriAgent

AgriAgent membantu petani Indonesia bertani lebih efisien dengan data – kalender tanam AI, diagnosa hama, dan rekomendasi pemupukan berbasis kondisi lahanmu.

Download AgriAgent Gratis

Kembali ke panduan utama: Unsur Hara Mikro: Peran Tersembunyi yang Sering Dilupakan Petani.

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email