Ulat Tanah: Hama Pemotong Batang yang Menyerang Padi, Jagung, Cabai, dan Sayuran

Ulat Tanah: Hama Pemotong Batang yang Menyerang Padi, Jagung, Cabai, dan Sayuran

Petani sering bingung ketika menemukan bibit yang baik-baik saja kemarin, hari ini tiba-tiba roboh di permukaan tanah. Tidak ada bekas gigitan di daun, tidak ada ulat yang terlihat siang hari. Yang ada hanya batang yang putus tepat di permukaan tanah.

Ini tanda khas serangan ulat tanah – hama yang bekerja di malam hari dan bersembunyi di dalam tanah siang hari, membuat mereka sangat sulit ditemukan kalau tidak tahu cara mencarinya.

Mengenal Ulat Tanah: Larva yang Memotong Batang

Nama “ulat tanah” bukan nama satu spesies – ini nama untuk beberapa spesies yang perilakunya sama: larva yang bersembunyi di dalam tanah dan keluar malam hari untuk memakan tanaman.

Spesies Tanaman Inang Ciri Larva
Agrotis ipsilon (black cutworm) Padi, jagung, cabai, bawang, sayuran Abu-abu gelap hingga hitam, halus, menggulung saat disentuh
Agrotis segetum Sayuran, palawija Abu-abu kecoklatan, lebih kecil dari A. ipsilon
Spodoptera frugiperda (FAW) Jagung (utama), padi Tanda Y di kepala, berbeda dari cutworm sejati

Gejala Khas Serangan Ulat Tanah

Ciri utama yang membedakan ulat tanah dari hama batang lain: batang dipotong tepat di permukaan tanah, bibit roboh sempurna, sering pada malam pertama atau kedua setelah tanam pindah. Kalau batang dipotong di atas tanah atau ada lubang gerek, itu bukan ulat tanah.

Serangan muda (instar kecil): makan daun dari bawah, meninggalkan “jendela” transparan. Ini mirip gejala ulat grayak muda. Serangan dewasa (instar besar): mulai memotong batang – ini fase yang paling merusak.

Cara Menemukan dan Monitoring Ulat Tanah

Karena mereka bersembunyi di tanah siang hari, monitoring konvensional (lihat tanaman di siang hari) tidak efektif. Cara yang benar:

Cari di tanah sekitar tanaman yang roboh: Gali tanah radius 5-10 cm di sekitar batang yang dipotong, kedalaman 5-10 cm. Ulat biasanya bersembunyi persis di bawah permukaan tanah dekat batang tanaman yang baru diserangnya.

Monitoring malam hari: Periksa lahan 1-2 jam setelah gelap dengan senter. Ulat tanah aktif dan terlihat di permukaan tanah atau di tanaman.

Perangkap feromon: Tersedia feromon Agrotis untuk monitoring populasi ngengat dewasa. Kalau tangkapan feromon tinggi, generasi berikutnya akan menyerang signifikan dalam 2-3 minggu.

Pengendalian Ulat Tanah

Insektisida granul di tanah (paling efektif): Karbofuran granul atau Klorantraniliprol granul ditaburkan di permukaan tanah atau dicampur ke dalam tanah sebelum tanam. Ulat tanah yang melewati zona insektisida granul akan mati sebelum sempat memotong batang.

Semprot malam hari: Kalau sudah ada serangan, semprot insektisida kontak (Klorpirifos, Lambda-sihalotrin) langsung ke permukaan tanah di sekitar tanaman saat malam hari. Ini yang paling efektif karena ulat sedang aktif di permukaan.

Bajak dalam sebelum tanam: Membalik tanah 20-30 cm mengekspos pupa dan larva ke permukaan agar terkena panas, mengering, atau dimakan predator (burung, ayam). Lakukan bajak 2-3 minggu sebelum tanam dan biarkan kering.

Pengendalian ulat tanah dengan teknik pertanian yang tepat

Tanya tentang Hama di Lahanmu

Batang dipotong malam hari? Foto kondisi tanaman dan ceritakan ke Tanya Kang Tani AgriAgent – identifikasi hama dan rekomendasi insektisida yang tepat.

Download AgriAgent

Artikel terkait:
Ulat Grayak: Hama Massal yang Rakus |
Penggerek Batang Padi

WhatsApp X/Twitter Facebook LinkedIn Email